Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Profil MAI

Profil MAI

Masyarakat Akuakultur Indonesia

Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) merupakan organisasi profesi akuakultur, yang saat ini telah beranggotakan lebih dari 900 anggota (individu/instansi) dan tersebar di seluruh indonesia. Sejak awal berdirinya MAI (2001) hingga tahun 2014 trend jumlah anggota selalu meningkat. Hal ini mengindikasikan bahwa MAI dipandang efektif mempunyai daya tarik dan lambat tapi pasti disukai oleh insan akuakultur sebagai wadah komunikasi dan persatuan dari berbagai profesi akuakultur (akademisi, peneliti, praktisi, birokrat dan pecinta akuakultur) di Indonesia.

Tahun 2001 jumlah anggota berjumlah 84 orang dan hingga akhir tahun 2014 mencapai 840 orang (terjadi peningkatan 1000 % dalam kurun waktu 13 tahun). Berdasarkan distribusi pendidikan, jumlah anggota MAI yang telah menempuh jenjang (S1) berjumlah 362 orang (47,88 %), (S2) berjumlah 262 orang (34,66 %) dan yang telah menempuh jenjang (S3) berjumah 132 orang (17,46 %). Jumlah anggota bergelar Doktor 132 orang merupakan kekuatan dan potensi MAI.

Anggota MAI terdiri dari para professional yang berasal dari akademisi, peneliti, birokrat dan swasta/ praktisi. Berdasarkan distribusi profesi, anggota MAI yang berasal dari akademisi/ dosen berjumlah 195 orang (28,26 %), peneliti berjumlah 131 orang (18,98 %), birokrat/pemerintahan berjumlah 131 orang (18,98 %), dan dari unsur praktisi/ swasta berjumlah 233 orang (33,76 %). Data ini menunjukkan bahwa MAI sangat heterogen dan mampu menyatukan berbagai insan akuakultur dari berbagai profesi dan elemen.

Keberadaan organisasi profesi MAI dipandang telah efektif mampu secara pelan tapi pasti, sebagai organisasi pemersatu dari berbagai stakeholder akuakultur dengan latar belakang bidang keahlian yang berbeda- beda (7 bidang), yaitu bidang: 1) Pembenihan (Reproduksi & Genetika) sebanyak 93 orang (12,22%), 2) Pembesaran (Akuakultur Inovasi Teknologi) sebanyak 190 orang (24,96 %), 3) Penyakit (Manajemen Kesehatan dan Lingkungan) sebanyak 178 orang (23,39 %), 4) Pond Engineering sebanyak 27 orang (3,54 %), 5) Nutrisi dan Pakan sebanyak 66 orang (8,67 %), 6) Teknologi Paska Panen (Add value) sebanyak 26 orang (3,41 %), dan 7) Marketing dan Manajemen/ Bisnis sebanyak 60 orang (7,88 %) serta bidang lainnya sebanyak 121 orang (15,9 %).

Komoditi yang paling dominan diminati sebagai obyek penelitian dan usaha oleh anggota MAI ialah crustaceae (udang- udangan) sebanyak 222 orang (29,7 %). Selanjutnya disusul oleh komoditi ikan laut (marine finfish) sebanyak 200 orang (26,7%) dan posisi ketiga yang disukai ialah ikan air tawar (fresh water fish culture) sebanyak 17,2 %. Sedangkan komoditas budidaya ikan hias (coral adalah komoditas terendah yang diminati oleh anggota MAI yaitu sebanyak 9 orang (1,2 %). Diolah oleh: Sekretariat MAI

MENGAPA MAI

Peningkatan permintaan akan sumber pangan seiring dengan peningkatan jumlah populasi dan kesadaran masyarakat untuk gemar makan ikan sebagai makanan yang sehat telah mengakibatkan suatu peningkatan peranan penting dari akuakultur perikanan (akuakultur). Produksi akuakultur menjadi tumpuhan harapan bagi sumber pangan khususnya bagi pemenuhan kebutuhan produk perikanan dikarenakan produksi ikan dari sektor penangkapan mulai menurun

KEANGGOTAAN DAN MANFAAT

MAI memberikan suatu platfom kepada para anggotanya untuk berbagi pengetahuan dan informasi, mengembangkan jaringan informasi dengan berbagai kolega yang memiliki ketertarikan dan kepedulian yang sama terhadap MAI. Manfaat utama dari keanggotaan MAI adalah mendapatkan softfile (Buku Direktori MAI, Majalah MAI Info, Jurnal Aquasiana Indonesiana dan Materi kegiatan yang diadakan MAI). Anggota MAI juga akan memperoleh rate khusus saat hadir pada setiap acara (seminar, temu bisnis, pelatihan, lokakarya dll.) yang diselenggarakan oleh MAI. Harga buku dan prosiding seminar juga akan diberikan diskon khusus bagi anggota MAI. MAI akan mengatur kalender pertemuan-pertemuan tahunan yang berkaitan dengan berbagai isu terbaru akuakultur dan akan memberikan kesempatan kepada berbagai perusahaan industri akuakultur swasta maupun pemerintah dan lembaga yang lain untuk memamerkan produk-produknya di berbagai acara yang digelar oleh MAI.

UNDANGAN

MAI mengundang kepada berbagai pihak atau pimpinan lembaga, departemen, perusahaan swasta atau para pembuat kebijakan untuk merencanakan kerjasama menyelenggarakan acara-acara pertemuan ilmiah atau bisnis atau pameran bertemakan tentang akuakultur. MAI akan menyebarluaskan informasi, mengundang para partisipan, menjadi penyelenggara, dan bertanggung jawab terhadap hasil publikasi atau distribusi serial prosiding dan/atau buku-buku tentang akuakultur

DATA DAN INFORMASI MAI

Pusat data dan informasi MAI dengan warta kuartalnya (InfoMAI) menerima berita dan informasi terbaru tentang kegiatan akuakultur dan pengembangan yang sedang dilakukan, hasil-hasil riset/liputan, metodologi, inovasi teknologi, aneka warta, artikel populer, kalender kegiatan (seminar, pelatihan, lokakarya dll.) atau pertukaran kunjungan, opini dan pandangan, ringkasan dari hasil-hasil laporan, tesis, instruksi dan saran pendapat kepada para petani (praktisi akuakultur), pengumuman lowongan kerja, dan periklanan (advertensi).

Leave a Reply