Home / Info Pengurus / SIMPOSIUM AKUAKULTUR NASIONAL KE II UNIMAL “Menyongsong Era Budidaya Perikanan Keberlanjutan”

SIMPOSIUM AKUAKULTUR NASIONAL KE II UNIMAL “Menyongsong Era Budidaya Perikanan Keberlanjutan”

Akuakultur atau sering disebut budidaya perikanan dapat diartikan sebagai upaya memelihara organisme seperti ikan, kerang, udang, kepiting dan tanaman air selama periode waktu tertentu di dalam wadah terkontrol guna mendapatkan keuntungan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Akuakultur merupakan industri penting dalam menyediakan sumber asupan protein murah, bergizi dan praktis bagi masyarakat Dunia dan tentu saja Indonesia hari ini dan masa yang akan datang.

FAO menyebutkan bahwa lebih dari 50% kebutuhan akan protein yang berasal dari ikan/ organisme akuatik disuplai melalui industri perikanan budidaya.

Hal ini tentu saja sangat beralasan mengingat semakin menurunnya jumlah tangkapan ikan oleh nelayan setiap tahunnya yang diakibatkan oleh praktik penangkapan bersifat over-eksploitasi, penggunaan alat tangkap destruktif, illegal fishing dan sistem industrialisasi yang merusak lingkungan.

Fenomena ini juga berpengaruh terhadap kegiatan industri budidaya dimana kita mengetahui bahwa sumber induk guna menghasilkan benih yang akan dipelihara pada media akuakultur tersimpan di perairan umum seperti sungai, danau, dan laut.

Sehingga peran kegiatan akuakultur untuk mengupayakan domestikasi ikan-ikan terutama yang memiliki nilai ekonomis dan khas daerah atau sering disebut organisme lokal bertarung dengan waktu untuk mencegah kepunahan dan meningkatkan kelestarian organisme perairan.

Pengembangan industri akuakultur di beberapa negara saat ini termasuk Indonesia juga menghadapi masalah penurunan produksi yang diakibatkan oleh serangan penyakit, kesulitan dalam penyediaan pakan, penurunan kualitas induk dan benih, kualitas air yang buruk akibat limbah budidaya itu sendiri, limbah industri dan antropogenik, penyempitan lahan akibat ledakan populasi, bencana alam dan tentu saja Pandemi Covid-19. Sehingga perlu upaya dan kreativitas dari para aktor akuakulturis untuk menggagas sistem budidaya yang mengutamakan sistem produksi yang berkelanjutan. Akuakultur berkelanjutan itu sendiri merupakan konsep yang bersifat statis karena sangat bergantung pada spesies yang dikembangkan, daerah pengembangan, norma sosial yang berlaku dan kondisi dari perkembangan pengetahuan dan teknologi saat itu. Adanya Simposium Akuakultur ini diharapkan membuka wawasan kita dan menghasilkan suatu konsep yang paling tepat untuk diterapkan di wilayah Indonesia terutama Aceh.

Berangkat dari harapan inilah, Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh menginisiasi penyelenggaraan Simposium Akuakultur Nasional, bertemakan Sustainable Aquaculture pada tanggal 03 November 2020 mendatang secara daring via aplikasi Zoom Meeting dan Live Youtube. Simposium ini menghadirkan pembicara tingkat nasional yang tidak diragukan lagi kehandalannya di bidang masing-masing. Prof. Dr. Hilal Anshary merupakan akademisi Universitas Hasanuddin Makasar yang menggeluti bidang kesehatan organisme akuakultur. Dr. Romi Novriadi adalah peneliti bidang nutrisi ikan pada Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Batam sekaligus Wakil Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia. Tidak kalah menarik adalah pemateri ke 3, yaitu Bapak Abdul Rohim, merupakan GM. Shrimp Hatchery Medan-Aceh dari PT. Central Proteinaprima, Tbk yang akan memberikan wawasan terkait pengelolaan induk dan benih udang vaname yang saat ini banyak dibudidayakan di wilayah pesisir Indonesia khususnya wilayah Aceh. Pemilihan kriteria pemateri Simposium Nasional Akuakultur ini didasarkan pertimbangan keterwakilan dari unsur Akademisi, Peneliti dan Korporasi untuk mencapai cita-cita Budidaya Perikanan yang berkelanjutan tanpa bermaksud menafikan pentingnya menghadirkan para praktisi, birokrasi dan politisi. Menghadirkan seluruh pakar dari komponen penting bidang akuakultur dalam forum diskusi ilmiah guna menyongsong era budidaya perikanan berkelanjutan tentunya menjadi harapan Panitia Simposium Akuakultur selanjutnya.

Simposium Akuakultur Nasional ini akan dibuka langsung oleh Rektor Universitas Malikussaleh yaitu Prof. Dr. Herman Fithra.

Beliau dikenal sangat konsen dalam pengembangan akuakultur di Wilayah Aceh yang tercermin dalam Visi Misi yang digagas bersama unsur pimpinan kampus serta Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan saat ini. Oleh sebab itu kami mengundang seluruh unsur yang berkecimpung dalam bidang akuakultur baik secara langsung maupun tidak langsung sebagai peserta sehingga dapat memberikan masukan dan menanyakan hal-hal terkait dalam upaya mencapai keberlanjutan akuakultur. Pendaftaran peserta dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir melalui link bit.ly/Daftar_SAN_Unimal, tanpa adanya biaya pendaftaran. Adapun fasilitas yang akan diberikan bagi setiap peserta berupa E-sertifikat dan tentunya ilmu yang bermanfaat untuk kemajuan akuakultur di Indonesia. Sampai bertemu saat Webinar dan Salam Akuakultur.

 

sumber: https://baranewsaceh.co

About web admin

Check Also

Perikanan Setnet Solusi Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan di Masa Depan

Agar kesejahteraan nelayan meningkat, perlu upaya meningkatkan produksivitas tanngkapan ikan sehingga pendapatan mereka bertambah. Adapun …