Home / Lain-lain / Panen Perdana Demplot Budi Daya Udang Vaname di Mangunharjo, Dorong Praktik Ramah Lingkungan

Panen Perdana Demplot Budi Daya Udang Vaname di Mangunharjo, Dorong Praktik Ramah Lingkungan

Kelompok petambak di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang didukung Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, PT Djarum, dan PT 3M menggelar acara “Panen Perdana Demplot Budi Daya Udang Vaname dengan Teknologi Semi Intensif Skala Rumah Tangga”, Selasa (23/9).

Acara yang dilakukan dengan mengikuti protokol Covid-19 ini merupakan bagian dari program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA). Selama kurun hampir setahun, kegiatan MERA yang dilakukan terkait budi daya tambak di Kelurahan Mangunharjo adalah membangun kesepahaman dan kesepakatan dengan kelompok pembudi daya air payau, yang diperkuat dengan survei lokasi untuk mengkaji kualitas air dan tanah.

Kelompok pembudi daya kemudian mendapatkan pelatihan secara langsung di lapangan maupun daring mengenai teknis penyiapan lahan, pemilihan benur, pemeliharaan kualitas air dan kesehatan udang, metode pemberian pakan, dan pemanenan. Untuk mendukung kegiatan budi daya tersebut, Program MERA juga menyediakan modal bergulir untuk demplot budi daya dalam bentuk peralatan tambak, benur, pakan udang, dan bantuan pemasaran.

“Program demplot tambak udang vaname semi intensif ini sangat membantu masyarakat, karena metodenya cukup mudah untuk dipelajari, dan hasilnya maksimal. Dulu, saat panen biasanya kami hanya memperoleh 50 kg untuk tambak seluas 1.200 meter persegi. Namun, sejak didampingi oleh YKAN dan BBPBAP Jepara menggunakan teknologi semi intensif skala rumah tangga, hasilnya bisa 600 kg sekali panen pada tambak yang sama, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. Bahkan kini sudah banyak petambak dan kelompok-kelompok lain yang ingin belajar tentang teknik budi daya ini,” kata Ketua Kelompok Mina Usaha Mandiri Irfan.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu juga memberikan apresiasi terkait upaya pengembangan tambak ramah lingkungan ini. “Terima kasih kepada YKAN dan BBPAP Jepara yang telah hadir dan mengembangkan program pengembangan budi daya tambak yang ramah lingkungan di wilayah Kelurahan Mangunharjo. Ini merupakan upaya yang mulia, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah Kota Semarang akan terus mendukung upaya pengembangan dan replikasi dari inisiatif ini,” terang Hevearita.

Kelurahan Mangunharjo dulunya merupakan salah satu sentra perikanan di Kota Semarang. Pada masa jayanya, tambak di Mangunharjo menghasilkan ikan bandeng, kakap, udang windu, udang vaname, udang alam (udang putih dan udang bintik), dan kepiting.  Demplot budi daya udang adalah langkah awal Program MERA untuk mendorong praktik budi daya udang yang lebih ramah lingkungan.

“Salah satu tujuan pengelolaan pesisir terpadu melalui program MERA di Kelurahan Mangunharjo adalah menciptakan keseimbangan antara kesejahteraan masyarakat pembudi daya dan konservasi ekosistem mangrove. Upaya ini penting karena ekosistem mangrove yang sehat mendukung produktivitas perikanan tinggi, memberikan sumber pendapatan, perlindungan, serta berkontribusi pada ketahanan pangan dan sosial,” jelas Direktur Program MERA Muhammad Imran Amin.

 

sumber: https://www.suaramerdeka.com

About web admin

Check Also

Tingkatkan produksi budidaya, KKP salurkan benih dan pakan ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan produksi perikanan budidaya dengan menyalurkan benih dan pakan ikan …