Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Info Keanggotaan / Usia 39 tahun, Riset Produk Obat Ikan, Antarkan Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul

Usia 39 tahun, Riset Produk Obat Ikan, Antarkan Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul

sumber foto : kaltimkece.id

MAI- Esti Handayani Hardi, merupakan satu dari tiga orang Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Mulawarman (UNMUL) yang resmi menyandang gelar professor setelah dikukuhkan oleh Rektor Unmul, Prof. Masjaya dan memberikan orasi ilmiah di Lantai Empat Gedung Rektorat Unmul Kampus Gunung Kelua Samarinda, Selasa (25/2/2020).

Esti yang juga aktif dalam organisasi profesi Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), menjadi profesor termuda di Unmul setelah 11 tahun tekun melakukan riset soal produk obat ikan. Prof. Esti telah berhasil menyelesaikan risetnya tentang Pengembangan Akuakultur Ramah Lingkungan Berbasis Tanaman Lokal di Kalimantan Timur tahun 2019.

Prof Esti menyelesaikan gelar Strata satu di Universitas Diponegoro, Semarang dengan konsentrasi pada ilmu budidaya peraiaran, kemudian ia menyelesaikan gelar magister dan program doktor di Insitut Pertanian Bogor tahun 2003 dan tahun 2010.

Motivasi terbesar Esti dalam meneliti soal produk obat ikan karena ada tantangan yang menarik,” tegasnya. Satu sisi saat pemerintah memberi imbauan kepada masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan, sisi lain hampir tidak ada yang memastikan memberi  jaminan kandungan ikan sehat untuk tubuh,” imbuhnya.

Selain itu, adanya larangan dari pemerintah dalam penggunaan obat kimia, namun tidak ada kepastian ketersediaan obat-obatan herbal yang memadai menjadi alasan Esti terdorong untuk meneliti obat ikan berbasis tanaman lokal di Kaltim.

Prdouk obat ikan yang kini telah dipatenkan diantaranya, bioimun dan three in one (3 in 1) adalah obat antibakteri dan immunostimulan untuk ikan, sedangkan produk Biofeed sebagai bahan pakan ikan dan biostesi dalam mengurangi tingkat stres pada ikan.

Esti yang kini sebagai Sekretaris Korda MAI Kalimantan Timur dan juga Ketua Inkubator Bisnis MAI, berharap MAI dapat menjadi “Kapal Induk” dalam pengembangan produk-produk Akuakultur dari para anggotanya. Jadi ada potensi income buat MAI,” kata Prof. Esti. (SN)

About admin