Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Info Kegiatan / SEMINAR NASIONAL DAN PENGUKUHAN KORDA MAI RIAU DI KEPULAUAN RIAU

SEMINAR NASIONAL DAN PENGUKUHAN KORDA MAI RIAU DI KEPULAUAN RIAU

Seminar Nasional ini mengambil tema “Nyalakan Industri Akuakultur di Provinsi Kepulauan Riau”. Tujuannya  untuk membangun sinergitas yang kuat antara para pelaku usaha,  akademisi, birokrat dan stakeholder dalam mendukung optimalisasi produksi perikanan budidaya  yang berkelanjutan, berkualitas tinggi dan produktif.

Seminar dibuka oleh Prof  Rokhmin Dahuri selaku Presiden MAI terpilih untuk periode 2019 – 2024 bersama-sama dengan Isdianto selaku Plt  gubernur Kepulauan Riau,  Dr  H M Soeryo  Respationo selaku calon gubernur Kepulauan Riau dan H. Alias Wello  SIP sebagai bupati terpilih untuk Kabupaten Lingga  yang memiliki perhatian penuh untuk pengembangan industri  perikanan budidaya di Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam sambutannya,  Prof Rokhmin Dahuri mengatakan,  jika seluruh teknologi perikanan terkini dapat dioptimalisasikan dengan baik, maka sektor perikanan budidaya dapat berkontribusi sebanyak dua persen  dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Secara nasional, produksi perikanan budidaya yang diperoleh melalui data statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalami peningkatan, dari 9.67 juta ton di tahun 2012 hingga menjadi 16.7 juta ton di tahun 2016. Kalau mengacu ke data FAO, ini berarti Indonesia memiliki kontribusi kurang lebih sekitar 18 persen  produksi dunia.

“Namun jika melihat data produksi perikanan budidaya  di Kepulauan Riau, quantity yang dihasilkan berbanding terbalik dengan kondisi geografis yang  dimiliki dengan luas wilayah perairan lebih dari 90 persen,” kata Rokhmin dalam rilis yang diterima Republika.co.id. 

Hal ini berdasarkan kepada angka kontribusi untuk produksi perikanan budidaya yang cukup kecil, hanya berkisar 3 – 4 persen  dari produksi perikanan budidaya nasional. Bahkan data yang diperoleh untuk Kabupaten Natuna, dengan luas wilayah perairan mencapai 98 persen, produksi perikanan budidaya mengalami penurunan dari sekitar  2.500 ton di tahun 2014 menjadi hanya sekitar 750 ton di tahun 2015.

“Angka di atas seharusnya menjadi referensi utama bagi para pengambil kebijakan di Kepulauan  Riau untuk membuat rumusan yang tepat, sehingga gairah produksi perikanan budidaya (baca:  akuakultur) dapat ditingkatkan kembali,” ujarnya.

Acara dimoderatori oleh Dr. Romi Novriadi, yang juga merupakan Wakil President MAI 2019–2024 dan alumnus S-3 bidang nutrisi dari Auburn University, Amerika Serikat. Di samping seminar nasional, acara juga diperkaya dengan pembacaan puisi: “Jikalau Laut Dinyalakan” karanan Abdul Karim Ibrahim untuk memperkuat semangat pembangunan perikanan budidaya.

Selain puisi, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Précon Food Management BV, Belanda dengan Yayasan Lingga Terbilang, MAI dan Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta untuk peningkatan kerjasama di bidang Pendidikan, penelitian dan sertifikasi di bidang industri
akuakultur.

Seminar nasional juga diisi oleh beberapa pembicara utama, diantaranya: Prof. Dr. Yushinta Fujaya (Universitas Hasanuddin) dengan judul presentasi: Budidaya Kepiting; Prospek Bisnis dan Keberlanjutannya. Kedua, Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA (Universitas Maritim Raja Ali Haji) dengan judul presentasi: Kondisi Lingkungan Kepulauan Riau dalam perpektif Pembangunan Berkelanjutan. Ketiga, Ronald Van den Heuvel yang memberikan presentasi tentang BAUR project yang mengintegrasikan antara pendidikan jarak jauh dengan face to face education system untuk anak-anak nelayan di Kepulauan Riau. Keempat, Nuryanto, SH.MH (Ketua DPRD Tk-1 Batam) yang fokus pada pentingnya legislasi bidang maritim untuk mendukung industri perikanan budidaya di Kepulauan Riau.

 

Sumber : Berbagai Sumber

About Dhona Indah Kiswari

Check Also

Prof Rokhmin: Maksimalkan Potensi Perikanan Sulampua

Pakar kelautan dan perikanan Prof Rokhmin Dahuri mengatakan, hingga saat ini, produksi ikan sebagian besar …