Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Lain-lain / Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko, melakukan pengembangan budidaya ikan patin di air payau, tepatnya di muara Kelurahan Bandaratu Kecamatan Kota Mukomuko. “Pengembangan ini pertama kita lakukan, termasuk uji coba pengembangannya. Selama ini, petani hanya membudidaya ikan patin di air tawar,” sampai Kepala DKP Kabupaten Mukomuko, Eddy Aprianto SP MSi melalui Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Asbaz Novyan SPi MM.

Ikan patin (Pangasius sp) merupakan salah satu komoditi perikanan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi permintaan lokal dan ekspor ikan patin semakin meningkat dari tahun ke tahun. Karena daging ikan patin memiliki kandungan nilai gizi yang cukup tinggi, rasa dagingnya khas, enak, lezat, dan gurih membuat ikan patin ini disukai oleh masyrakat.

Pada uji coba pengembangan ikan patin di air payau ini, menggunakan bibit ikan patin sebanyak 15 ribu ekor dan ditempatkan di 4 kolam keramba. Sehingga masing-masing kolam,akan diisi sebanyak 3.750 ekor bibit ikan patin. Dalam pengembangan tersebut, pihaknya juga melibatkan warga yang memiliki ilmu dibidang perikanan. “Kita juga dibantu anak-anak lulusan diploma satu Perikanan di Akademi komunitas (Akom) Mukomuko untuk pengembangan tersebut,dan telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir,”ujarnya.

Benar kami di  bantu anak- anak lulusan D1 di Akademi Komunitas Mukomuko (AKOM) untuk membangun ikan patin air payau, pengembangan ini sudah kami lakukan 4 bulan yang lalu jelasnya

Sebelum pembangunan ini, pihaknya mengaku pesimis untuk tingkat keberhasialanya. Sebab 1- 2 bulan sebelumnya banyak di temukan ikan yang mati dikolam keramba. Namun hal itu tidak menyurutkan niat untuk terus melakukan  uji coba itu. Karna ikan patin mati di keramba kuat dugaan akibat proses penyesuaian atau adaptasi lingkungan

Setelah menginjak umur 2- 4 bulan tidak ada ditemukan ikan yang mati, paling ada ikan yang mati hanya 1- 2 ekor saja “katanya.

Pengembangan ini, kata Asbaz, diantaranya untuk menekan biaya pengeluaran. Sebab jika pakan mengandalkan dari hasil beli, maka akan mengeluarkan biaya yang cukup tinggi.“Kelompok budidaya membuat pelet dengan menggunakan campuran ikan rucah atau ikan kecil dan ikan asin, dedak dan ampas tahu. Pembuatan pakan ini, mampu menekan biaya hingga 30 persen ketimbang membeli pakan siap jadi. Harapan kita pengembangan budidaya ikan patin di air payau dapat membuahkan hasil dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Asbaz.

Sumber: https://www.radarutara.id

 

About viki santana

Check Also

Sistem teknologi Bioflok yang baik untuk Budidaya Perairan

Oleh Ahmed Kabir, Institut Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Chittagong, Chittagong, Bangladesh. Mustapha ABA, Peneliti …