Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Lain-lain / Memahami Sifat dan Tingkah Laku Udang Vannamei

Memahami Sifat dan Tingkah Laku Udang Vannamei

 

Udang vannamei sedang berkembang pesat dibudidayakan di Indonesia akhir-akhir ini. Udang Vannamei memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis udang lain, antara lain lebih tahan serangan penyakit, pertumbuhan lebih cepat, masa pemeliharaan lebih singkat, daya tahan hidup tergolong tinggi selama pemeliharaan, pemberian pakan yang relatif lebih mudah, nilai FCR (Feed Convertion Ratio) cukup rendah sehingga pembudidaya dapat hemat dalam pengeluaran untuk pakan.

Udang vannnamei atau biasa juga disebut udang vanname (Litopenaeus vannamei) merupakan udang introduksi. Habitat asli udang Vannamei adalah di perairan Pantai Pasifik Barat Amerika Latin. Litopenaeus vannamei yang pada masa awal masuk ke Indonesia sebagian berasal dari Nikaragua dan Meksiko.

Salah satu kunci penunjang keberhasilan usaha budidaya udang vannamei adalah kemampuan memodifikasi lingkungan perairan tambak yang sesuai dengan kebutuhan hidup dan pertumbuhan udang.

Karena itu, pengetahuan tentang sifat biologi udang vannamei perlu dipahami secara mendalam, terutama mengenai morfologi, siklus hidup, tingkah laku, dan seluruh faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup vannamei.

Berikut ini adalah sifat dan tingkah laku udang vannamei yang perlu diketahui agar pembudidaya dapat merawat dan memelihara dengan baik.

Udang Vannamei Bersifat Eurythermal

Udang vannamei bersifat eurythermal yaitu mampu bertoleransi dengan perbedaan suhu yang luas dalam air. Suhu air berkaitan erat dengan salinitas. Suhu yang tinggi membuat salinitas air menjadi tinggi.

Vannamei mampu hidup pada kisaran salinitas yang panjang. Salinitas udang optimal pada budidaya udang vannamei adalah 15-25 ppt. Supaya udang terhindar dari stres, harap dijaga fluktuasi harian salinitas. Dalam budidaya udang vannamei, fluktuasi harian salinitas tidak boleh lebih dari 5 ppt.

Udang Vannamei Bersifat Nokturnal

Karena bersifat nokturnal, Vannamei aktif mencari makan pada malam hari. Pada siang hari, Vannamei beristirahat di dalam lumpur atau menempel pada substrat tambak (Burrowing).

Apabila didapati udang vannamei aktif bergerak pada siang hari, hal ini menjadi indikator adanya gangguan pada kualitas air, misalnya oksigen terlarut dalam air yang kurang, perbedaan suhu air yang mencolok, timbulnya senyawa beracun, atau kekurangan pakan.

Udang Vannamei Bersifat Kanibal

Udang merupakan bangsa hewan krustasea. Semua jenis bangsa krustasea umumnya bersifat kanibal, gemar memangsa sesama jenis. Karena itu kanibalisme udang vannamei kerap menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi pembudidaya.

Kanibalisme udang sering dijumpai saat terjadi molting (proses pergantian kulit). Saat molting pada udang akan mengeluarkan cairan yang mengandung asam amino, enzim dan senyawa organik yang baunya sangat merangsang nafsu makan udang. Hal ini membangkitkan sifat kanibalisme udang.

Kanibalisme udang berpotensi terjadi apabila dalam satu petak kolam/tambak mempunyai banyak perbedaan ukuran udang. Udang yang berukuran lebih kecil sangat rentan dimakan oleh udang yang lebih besar.

Selain itu, jika udang dalam kondisi kekurangan asupan makanan, sifat kanibalisme udang bakal timbul. Perlu diusahakan ketersediaan makanan terus-menerus di dalam tambak, baik dalam jumlah maupun mutu yang memadai untuk menghindari sifat kanibalistis udang yang muncul saat merasa lapar.

Proses Alami Molting Udang Vannamei

Molting adalah pergantian kulit udang. Molting merupakan proses alami dalam kehidupan udang, karena kulit udang tidak elastis, tersusun oleh senyawa chitin yang keras.

Saat molting terjadi, udang sangat rentan terhadap serangan penyakit, dan rentan terhadap ancaman kanibalisme dari udang lainnya.

Supaya udang vannamei dapat melakukan molting dengan baik, kondisi lingkungan air harus ideal, terutama kandungan oksigen terlarut (DO), alkalinitas, dan pH.

 

https://www.isw.co.id

About Dhona Indah Kiswari

Check Also

KKP Serahkan Bantuan Sarana Budidaya dan Ikan Segar di Jabar

Dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan masyarakat melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Menteri Kelautan dan …