Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Lain-lain / Antisipasi Arus Balik Air Petani Ikan KJA Waduk Darma Kurangi Volume Pakan

Antisipasi Arus Balik Air Petani Ikan KJA Waduk Darma Kurangi Volume Pakan

KUNINGAN, (PR).- Masa pembesaran ikan dalam kolam-kolam jaring apung di perairan Waduk Darma, Kabupaten Kuningan pada musim hujan dibuat jauh lebih lama dibanding pada musim kemarau. Menurut sejumlah petani pembudidaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di waduk tersebut, selama musim hujan volume dan frekuensi pemberian pakan seringkali terpaksa dikurangi. Ini sebagai antisipasi ancaman kematian massal ikan dalam KJA karena faktor cuaca buruk.

Para petani menyebutkan, berdasarkan pengalaman, upaya ini terbukti cukup ampuh menyelamatkan ikan-ikan dalam KJA dari ancaman musibah tersebut. Namun memang berdampak pada pertumbuhan ikan tidak bisa berkembang pesat. Ini membuat petani membutuhkan tambahan waktu pemeliharaan antara satu hingga dua bulan dari masa pemeliharan dengan pemberian pakan normal.

“Kalau frekuensi dan volume pemberian pakannya normal, masa pemeliharaan ikan mas dan nila dalam KJA di Waduk Darma terhitung dari tanam bibit sampai ukuran layak panen, paling sekitar tiga bulanan,” ujar Edi (55) warga Desa Jagara, Kecamatan Darma, salah seorang petani KJA perairan Waduk Darma di sekitar Desa Jagara, Selasa, 5 Maret 2019.

Selain dengan cara tersebut, upaya mencegah kematian massal ikan dalam KJA, biasa dilakukan para petani ikan KJA di waduk tersebut dengan membuat sirkulasi air dalam KJA. Sistem sirkulasi air tersebut dibuat menggunakan mesin pompa air dilengkapi rangkaian pipa paralon penyembur air ke setiap petak kolamnya. Sistem sirkulasi air tersebut, biasa diaktifkan para petani di saat-saat area Waduk Darma dilanda cuaca mendung.

Edi menyebutkan harga borongan ikan produksi KJA Waduk Darma, dalam beberapa bulan terakhir di musim hujan ini tengah bagus. Harga jual ikan mas langsung dari KJA saja, menurut mereka, yang semula hanya dibeli pemborong dengan kisaran Rp 18.000 hinga paling tinggi Rp 22.000, dalam sebulan terakhir sudah menembus posisi harga terendah Rp 75.000/Kg. Dan, untuk ikan nila yang semula di kisaran Rp 15.000 hingga Rp.18.000, sekarang sudah mencapai harga paling rendah Rp 21.000/Kg.

Usaha para petani  budi daya ikan KJA di Waduk Darma selama ini sering dilanda musibah kematian massal ikan dalam KJA akibat arus balik air diperairan waduk tersebut. Fenomena arus balik air penyebab musibah tersebut, selama ini  biasanya sering terjadi di musim hujan, ketika area waduk itu dirundung mendung berkepanjangan berhari-hari.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perairan Umum Daratan Waduk Darma Umar Hidayat, menerangkan kondisi cuaca tersebut mengakibatkan suhu dan kadar oksigen air permukaan genangan waduk itu menurun drastis. Perubahan suhu secara dratsis itu secara alami biasanya mengakibatkan adanya perpindahan posisi antara air permukaan dengan air bawah genangan berkadar oksigen dan suhu lebih rendah.

 

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

About Dhona Indah Kiswari

Check Also

KKP Serahkan Bantuan Sarana Budidaya dan Ikan Segar di Jabar

Dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan masyarakat melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Menteri Kelautan dan …