Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Lain-lain / PENGARUH KOMBINASI BIOFILTER Glacilaria sp. DAN ZEOLIT TERHADAP LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA MEDIA AIR LAUT

PENGARUH KOMBINASI BIOFILTER Glacilaria sp. DAN ZEOLIT TERHADAP LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA MEDIA AIR LAUT

PENGARUH KOMBINASI BIOFILTER Glacilaria sp. DAN ZEOLIT TERHADAP LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA MEDIA AIR LAUT

Keberadaan logam berat di lingkungan dapat berbahaya bagi makhluk hidup. Logam berat yang sering mencemari lingkungan terutama adalah merkuri (Hg), timbal (Pb), kadmium (Cd), khromium (Cr) dan nikel (Ni). Menurut Yulianto dkk., (2006) Gracilaria sp. diketahui memiliki kemampuan penyerapan logam berat yang tinggi karena memiliki dinding sel yang mengandung polisakarida. Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian Nasuha dkk., (2014) diketahui bahwa Gracilaria sp. Memiliki efektifitas dalam menyerap logam berat timbal (Pb) konsentrasi 0,09 ppm sebesar 0,337 ppm. Saktyo (2013) menyatakan penggunaan Gracilaria sp. sebagai biofilter mampu mengabsorbsi timbal (Pb) konsentrasi 3 ppm sebesar 2,1221 ppm. Adanya potensi yang dimiliki dari kedua bahan alam tersebut dapat dijadikan sebagai salah alternative dalam mengatasi pencemaran perairan (Pantjara dkk., 2010). Hal ini memungkinkan untuk dapat diaplikasikan pada kegiatan budidaya perairan laut dan payau (Komarawidjaja, 2003). Mengingat sifat logam berat timbal (Pb) yang sangat berbahaya pada keadaan yang berlebihan, maka diperlukan suatu cara untuk mengurangi konsentrasi logam berat tersebut dalam perairan.

Materi Penelitian. Peralatan Penelitian Peralatan yang digunakan antara lain 20 unit akuarium dan masingmasing berukuran 40x20x25 cm3, pH meter, refraktometer, spektrofotometer, termometer, timbangan digital analitik, 1 buah blower, lima meter selang dan 64 buah batu aerasi. Bahan Penelitian Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah rumput laut Gracilaria sp. sebanyak 1000 gram dan berumur satu setengah bulan yang dibeli dari Petani Tambak Rumput Laut Gracilariasp. di kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut- Surabaya, 100 liter air laut, zeolit sebanyak 180 gram serta larutan standar logam berat timbal (Pb).

Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan metode eksperimental yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan.Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Variabel bebas : kombinasi biofilter, Gracilaria sp. (50 gram) dan zeolit (5 gram, 10 gram, 15 gram dan 20 gram). Variabel tergantung : konsentrasi logam berat timbal (Pb) yaitu konsentrasi air laut awal tanpa penambahan Pb (kontrol) dan Pb 1 ppm

Prosedur Kerja. Mula-mula disiapkan wadah berukuran 10 liter yang sudah bersih dan kering sebanyak 16 unit. Masing- masing wadah tersebut kemudian diisi dengan air laut sebanyak 5 liter dan di aerasi selama sehari penuh. Pada masing-masing unit percobaan diberikan Gracilaria sp. sebanyak 50 gram sedangkan zeolit diberikan sesuai dengan jumlah unit percobaan. Selanjutnya dilakukan aklimatisasi dengan melakukan penanaman selama 7 hari pencahayaan alami dan setiap 2 hari sekali dilakukan pergantian air. Setelah dilakukan aklimatisasi, masing-masing unit percobaan siap untuk diaplikasikan dalam penelitian. Pada media tanam (air laut) P1, P2, P3 dan P4 unit percobaan diberi perlakuan berupa pemberian timbal (Pb) sebanyak 1 ppm. Pengamatan terhadap kualitas air dilakukan setiap hari pada pagi dan sore sedangkan pengukuran konsentrasi logam berat dilakukan sebelum penelitian (pada saat aklimatisasi), ssetelah aklimatisasi, minggu pertama dan kedua penelitian. Pengukuran konsentrasi logam berat Pb dilakukan dengan cara mengambil sampel media tanam berupa air laut pada tiap unit percobaan. Sampel yang telah didapat selanjunya dianalisis kandungan logam timbal (Pb) dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) model AA-64015.

Parameter Pengamatan. Parameter utama yang diamati adalah konsentrasi logam timbal (Pb) yang terdapat pada media tanam (air laut) dengan menggunakan uji Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) dan uji laboratorium. Parameter pendukung penelitian ini adalah data kualitas air dalam akuarium yang meliputi salinitas, suhu dan pH.

Analisis Data. Data yang diperoleh di analisis dengan uji satistik. Uji statistik yang digunakan adalah uji Anava dengan taraf 5%. Uji Anava akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan untuk mengetahui tingkat perbedaan pada setiap perlakuan (Kusriningrum, 2012).

Hasil Konsentrasi pada Pb. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, konsentrasi Pb pada media air laut disajikan dalam grafik pada gambar 1. Grafik tersebut menunjukkan pengaruh perlakuan terhadap penurunan konsentrasi Pb pada media selama 4 minggu. Berdasarkan hasil pengujian dari tiap 2 minggu sekali, diketahui bahwa rata-rata penurunan konsentrasi tiap perlakuan memiliki kisaran antara 0,05 – 0,26 ppm. Perlakuan P2-B (kombinasi 50 gram Glacilaria sp. dan 10 gram zeolit) menunjukkan nilai penurunan konsentrasi Pb tertinggi. Hasil uji AAS pada pengaruh perlakuan terhadap penurunan konsentrasi Total Pb menunjukkan nilai signifikan yang lebih kecil dari 0,01. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat siginifikan antara perlakuan P1-A sampai dengan P4-D.

Glacilaria Sp. Menunjukkan persentase peningkatan konsentrasi Pb pada Gracilaria sp. yang digunakan sebagai biofilter. pada perlakuan P1-A sampai dengan P4-D berkisar antara 0,27 – 0,86 %. Rumput laut Glacilaria sp. Pada perlakuan P2-B (kombinasi 50 gram dan zeolit 10 gram menunjukkan persentase peningkatan konsentrasi Pb yang tertinggi.

Kualitas air. Kondisi kualitas air (pH dan suhu) pada tiap perlakuan selama penelitian berlangsung. Berdasarkan pengukuran selama penelitian berlangsung, kisaran nilai ratarata pH berada pada rentang 9. Sementara itu kisaran nilai rata – rata suhu air selama penelitian berada pada rentang 25 – 26°C. Selain pH dan suhu, kualitas yang lainnya yang juga di ukur adalah salinitas. Nilai salinitas menunjukkan adanya peningkatan nilai, dari minggu pertama hingga minggu ke empat, yaitu 25 ppt.

 Pembahasan. Berdasarkan data yang disajikan, dapat diketahui bahwa penurunan konsentrasi Pb oleh perlakuan secara keseluruhan berkisar antara 0,05 – 0,26 ppm. Hal ini membuktikan bahwa perlakuan kombinasi biofilter Gracilaria. sp. dan zeolit memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap penurunan konsentrasi Pb. Hasil uji AAS menunjukkan pengaruh sangat signifikan untuk penurunan konsentrasi Pb pada perlakuan. Demikian halnya dengan taraf perlakuan yang diberikan untuk faktor zeolit terhadap penurunan konsentrasi Pb juga menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan. Penurunan konsentrasi Pb tertinggi terdapat pada perlakuan P2-B (50 gram Glacilaria sp. dan 10 gram zeolit). Perlakuan ini mampu mengeliminasi konsentrasi Pb dalam media air sampai dengan 0,26 ppm dalam waktu 28 hari. Hal ini sesuai dengan penelitian Ihsan dkk, (2015) yang menunjukkan bahwa pemberian Pb pada awal penelitian dengan konsentrasi yang berbeda terhadap Glacilaria sp. memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap penyerapannya. Berdasarkan grafik interaksi antara faktor biofilter Gracilaria sp. dan zeolit dapat dinilai bahwa interaksi antar faktor memiliki interaksi yang positif searah, dalam artian bahwa interaksi antar faktor tersebut saling mendukung satu dengan yang lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan saling menjauhinya garis respon. Hal ini sesuai dengan pendapat Kusriningrum (2010), bahwa interaksi positif searah ini adalah berupa beda besarnya respon yang terjadi apabila garis respon membuka saling menjauhi, atau taraf perlakuan lebih respon dari taraf kontro. Perlakuan terbaik dalam penurunan konsentrasi Total Pb berdasarkan uji AAS yang dilakukan pada perlakuan yang merupakan interaksi antar faktor dari perlakuan P1-A sampai dengan P4-D adalah P2-B yang berbeda sangat signifikan dengan perlakuan lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Yudha (2009), bahwa semakin meningkat jumlah zeolit yang diberikan, maka semakin memperbesar jumlah poripori zeolit untuk menyerap Pb. Demikian halnya dengan biofilter Gracilaria sp. Berdasarkan hasil pengujian konsentrasi Pb, diketahui bahwa persentase peningkatan konsentrasi Pb pada Gracilaria sp. Pada Perlakuan P2-B sebesar 0,86% membuktikan bahwa Pb diabsorpsi oleh Gracilaria sp. dan sesuai dengan Paulson (2014) yang menyatakan bahwa Gracilaria sp. merupakan alga yang paling efektif dalam proses bioremediasi laut karena memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam menyerap nutrisi. Menurut Pantjara dkk., (2010) rumput laut Gracilaria sp. mampu menyerap logam berat hingga 1.000 mg/L.

 

DAFTAR PUSTAKA

Adnan, K., S. Badshah., C. Airoldi. 2011.  Dithiocarbamated Chitosan as a Potent Biopolymer For Toxic Cation Remediation. Journal. Biointerfaces: Colloids and Surfaces: 3 (2) : 87-95.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.  Firdaus, L. M. 2013. Studi Perbandingan Berbagai Adsorben Sintetis dan Alami Untuk Mengikat Logam Berat. Artikel Ilmiah. Progam Studi Pendidikan Kimia. Universitas Bengkulu. Bengkulu. Hal 1-7.

Ghifari, A. S. 2011. Heavy Metal Biopsortion in Aquatic Environment Using Rice (Oriza sativa L) Husks Waste as Biosorbent. Article. Pekan Kreativitas Mahasiswa. Universitas Indonesia. Hal 4-12.

 

Sumber: Akhmad Syafroni Affandi, Boedi Setya Rahardja dan Hari Suprapto Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, Surabaya

About

Check Also

Anggaran pengembangan perikanan budi daya 2020 tembus Rp1 triliun

Raker Komisi IV DPR RI sudah menyetujui anggaran untuk budi daya ditambah Rp300 miliar… Dirjen …