Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Lain-lain / Rumput Laut Penyerap Karbon Tinggi

Rumput Laut Penyerap Karbon Tinggi

Produksi rumput laut nasional diharapkan bisa membantu pengendalian dampak perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini. Karena bisa menyimpan karbon 2x lebih banyak dibanding kemampuan wilayah daratan.

Melansir riset National Science Foundation yang dipublikasikan pada 2012, rumput laut dunia diketahui memiliki potensi sangat besar untuk menyimpan karbon. Para peneliti lembaga tersebut, menghitung jumlah karbon yang bisa disimpan pada rumput laut, mencapai 19,9 miliar metrik ton.

Dengan rincian hamparan kebun rumput laut, mampu menyerap karbon hingga 83.000 metrik ton per km2 di dalam tanah di antara tanaman tersebut. Kemampuan tersebut, 2x lebih banyak dibandingkan hutan di daratan yang menyerap 30.000 metrik ton per km2 dalam bentuk kayu.

Dengan kemampuan seperti itu, Slamet Soebjakto terus mengampanyekan perikanan budidaya untuk rumput laut bisa terus dilakukan dengan cara yang benar dan baik. Tujuannya, bukan saja untuk mengejar produktivitas, tapi juga untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan, dan sekaligus berperan untuk menyerap karbon.

Salah satu poin hasil Konferensi “Perubahan Iklim di Nusa Dua – Bali, sumberdaya rumput laut disebut-sebut sebagai salah satu media yang paling potensial dalam mengantisipasi pemanasan global. Rumput laut dinilai jauh lebih ampuh menyedot CO2 dari atmosfer bumi dibanding tumbuhan di darat.

Chung Ikkyo seorang ahli lingkungan dari Korea Selatan, dalam presentasinya menyebutkan bahwa proses kerja penyerapan CO2 oleh rumput laut / ganggang laut sama seperti tumbuhan di darat. Rumput laut menyerap CO2melalui proses fotosintesis dan membentuk biomassa dengan kemampuan dalam menyerap CO2 bisa lima kali lebih besar dibanding tumbuhan di darat. Hasil penelitian tersebut didukung oleh para ilmuwan dari 12 negara (Arif,2010).

Temuan para pakar lingkungan tadi memberikan pencerahan bagi Indonesia sebagai negara yang berbasis kelautan, untuk berkontribusi dalam pencapaian agenda 21 melalui penurunan emisi karbon berbasis sumberdaya rumput laut (makroalga). Sebagai bagian dari coral triangle, Indonesia memiliki varian sumberdaya rumput laut (makro algae) yang tinggi. Tidak kurang sebanyak 550 jenis makroalgae hidup di perairan Indonesia.

Dari semua jenis itu, setidaknya ada 5 jenis rumput laut ekonomis tinggi yang telah berhasil dibudidayakan secara massal yakni Eucheuma cottoni/Kappaphycus alvarezy, Gracilaria sp, Caulerpa sp, Halymenia sp, dan Eucheuma spinosum.

 

 

Sumber : Berbagai Sumber

About Dhona Indah Kiswari

Check Also

Buka Keran Ekspor, KKP Mulai Fokus Pengembangan Budidaya Lobster

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan untuk mulai fokus pada pengembangan budidaya lobster nasional. Direktur …