Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Lain-lain / JAMUR LAUT BAHAN PAKAN ALAMI EFEKTIF UNTUK VANAME

JAMUR LAUT BAHAN PAKAN ALAMI EFEKTIF UNTUK VANAME

Alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ialah melalui penggunaan bahan alami yang aman dan ramah lingkungan. Bahan alami yang dapat digunakan adalah jamur laut Nodulisporium  sp. KT29. Umumnya jamur tersebut mengandung senyawa β-glukan yang dapat memperluas permukaan usus menjadi lebih luas, sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih baik.

Untuk itu, Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Dinamella Wahjuningrum melakukan percobaan untuk melihat pengaruh pemberian metabolit dari jamur laut Nodulisporium  sp. KT29 terhadap pertumbuhan udang vaname. Penelitian tersebut dilakukan di KJA Balai Sea Farming, Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Kepulauan Seribu.

Udang vaname post larva 12 yang digunakan dalam percobaan ini dipelihara di keramba jaring apung dengan kepadatan 700 ekor per hapa. Desain percobaan yang digunakan terdiri dari tiga perlakuan masing-masing dengan tiga ulangan, yaitu perlakuan kontrol (K) tanpa penambahan metabolit jamur laut, perlakuan satu yaitu pakan dengan penambahan metabolit jamur laut sebanyak 20 mL/kg pakan diberi kode P1; serta perlakuan dua yaitu pakan dengan penambahan metabolit jamur sebanyak 40 mL/kg pakan (P2).

Pakan kontrol dibuat dengan cara dihaluskan dan ditambahkan vitamin C serta carboxyl methyl cellulose (CMC) sebagai perekat dan dicetak kembali. Pakan perlakuan adalah pakan komersil yang dicetak kembali yang ditambahan vitamin C, carboxyl methyl cellulose (CMC) sebagai perekat serta ditambahkan metabolit jamur laut Nodulisporium  sp. KT29. Pakan perlakuan yang dicetak dihaluskan menjadi crumble (remah) untuk menyesuaikan ukuran dengan bukaan mulut udang vaname. Pemberian pakan diberikan sebanyak tiga kali sehari.

Dari hasil percobaan pemberian pakan yang dilakukan selama 21 hari terhadap udang vaname didapat data kelangsungan hidup (KH) udang yang diberi pakan dengan penambahan metabolit jamur laut lebih baik daripada udang yang diberi pakan tanpa penambahan metabolit jamur laut (Kontrol). Nilai kelangsungan hidup pada perlakuan P1 dan P2 masing-masing yaitu 66,61 persen dan 63,61 persen sedangkan kontrol hanya 55,88 persen.

Pemberian metabolit Nodulisporium . sp. KT29 pada udang vaname juga berpengaruh positif terhadap pertambahan panjang mutlak (PPM). Nilai PPM P1 dan P2 (4,13cm dan 3,9cm) lebih baik daripada kontrol (3,08cm). Pada pertambahan bobot (PB) udang vaname, nilai PB perlakuan P1 dan P2 (0,67g dan 0,66g) lebih baik dibanding kontrol (0,35g). Nilai PPM dan PB yang baik tersebut selanjutnya mempengaruhi laju pertumbuhan harian (LPH) dan rasio konversi pakan (RKP). LPH untuk perlakuan pemberian metabolit jamur laut P1 dan P2 (20,18 persen per hari dan 20,14 persen per hari) lebih baik dibanding kontrol (16,51 persen per hari). Rasio konversi pakan (RKP) pada perlakuan P1 dan P2 (3,20 dan 3,23) juga lebih baik dibanding kontrol (6,27).

Dari hasil analisis kandungan bioaktif dalam metabolit, jamur laut Nodulisporium  sp. KT29 mengandung β-glukan, fitosterol, saponin, dan polifenol. β-glukan bertindak sebagai imunostimulan, yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh udang vaname sebagai proteksi menghadapi stres fisiologis akibat perubahan kondisi lingkungan. Pertumbuhan yang lebih baik pada perlakuan pemberian metabolit jamur laut diduga karena adanya kandungan β-glukan. Pemberian β-glukan pada udang menyebabkan struktur permukaan usus menjadi lebih luas, sehingga penyerapan nutrien menjadi lebih baik. Adanya perbaikan dari pencernaan dan penyerapan nutrien menyebabkan efisiensi pakan dan penyerapan protein menjadi lebih baik yang selanjutnya akan menghasilkan kinerja pertumbuhan yang lebih baik.

“β-glukan itu kita uji juga dengan SEM atau Scanding Elektron Mikrograf. Kita foto mikrofiling ususnya, ada tendensi bertambah luas permukaan usus, jadi kalau luas permukaannya tinggi, udang menyerap makanannya juga lebih baik. Karena itu, laju pertumbuhan hariannya tinggi. Kalau laju pertumbuhan tinggi nutrisinya cukup, energinya cukup, udang dapat melawan penyakit lebih baik, daya tahan tubuhnya tinggi. Disisi lain β-glukan itu merangsang sistem imun, pada udang β-glukan atau peptidoglikan itu bisa merangsang untuk memfagosit antigen. Jadi terdapat dua fungsi, bisa menambah luas permukaan usus dan mengaktifkan profenol oksidase,” ujar Dinamella.

 

 

SUMBER : https://www.republika.co.id

About Dhona Indah Kiswari

Check Also

PELATIHAN INTENSIF MANAJEMEN BISNIS BUDIDAYA UDANG YANG EFISIEN, PROFITABLE DAN BERKELANJUTAN

Produk Udang anda ditolak Buyer? Atau industri budidaya anda masih minim profit dan tidak berkelanjutan? …