Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Lain-lain / PENGHARGAAN ATAS LAMPUNG, SANG MINAPOLITAN TERBESAR SE ASIA

PENGHARGAAN ATAS LAMPUNG, SANG MINAPOLITAN TERBESAR SE ASIA

Senin (28/1/2019) malam di Hotel Shangrila, Surabaya, Jawa Timur diadakan Penganugerahan penghargaan yang diadakan Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI)  dan salah satu Gubernur yang mendapatkan Awards kategori Adhi Purna Karya Award (untuk gubernur yang sukses memimpin hingga kepemimpinannya berlanjut) adalah Gubernur Lampung di Bidang Perikanan dan Kelautan terkait dengan  Kontribusi Budidaya Udang Terbesar.

Propinsi lampung memiliki luas 60000 Km2 yang terdiri dari daratan 35.376,5 km2 dan laut 24820 km2. Garis pantai 1105 Km dan terdapat pulau kecil sebanyak 132 pulau.

Lampung sebagai peghasil udang terbesar yang berkontribusi sebesar 60% Nasional. Lahan tambak yang belum termanfaatkan dengan baik seluas 31801,78 Ha dan yang sudah dimanfaatkan seluas 38062,76 Ha pada tahun 2015.

Kabupaten Tulang Bawang khususnya kampung Dipasena merupakan 43% dari lahan tambak aktif di Provinsi Lampung.

Nilai ekspor ikan dan udang selama tahun 2014 sebanyak US$ 213,1 juta sedangkan pada bulan desember 2014 mengalami peningkatan ekspor sebesar 25,74% (US$ 4,3 juta). M Ridho Ficardo ( Gubernur Lampung) mengatakan bahwa tambak Dipasena pada tahun 90an merupakan kawasan minapolitan terbesar di Asia

Dua perusahaan raksasa dalam budidaya udang yang telah berdiri sejak lama yakni PT Dipasena Citra Darmaja seluas 16 ribu hektare (ha), dan PT Central Proteina Prima seluas 17.400 ha. Keduanya berlokasi di Kabupaten Tulangbawang dan Lampung Timur.

Selain dua perusahaan tambak udang terbesar di Lampung tersebut, juga terdapat ratusan pengusaha tambak intensif prestasi di wilayah pesisir Lampung Selatan, pesisir Lampung Barat, bahkan sampai di perbatasan Provinsi Bengkulu. Ribuan petambak semi intensif prestasi dan tradisional berbudi daya tambak udang di sepanjang pesisir Lampung Timur dan Lampung Selatan.

Pada masa jayanya, total produksi udang vaname dan windu di delapan kampung Bumi Dipasena mencapai 200 ton per hari . Produksi ini dihasilkan oleh 7.000 kepala keluarga petambak yang mengerjakan 16.000 petak tambak seluas 16.250 hektare (tahun 2015) . Kawasan Bumi Dipasena merupakan nama lain Kecamatan Rawa Jitu Timur.

Terlepas dari kasus Dipasena yang sempat ricuh beberapa tahun lalu, sudah sepatutnya kita berbangga bahwa usaha budidaya udang terbesar di dunia pernah dinobatkan atas nama INDONESIA.

Selamat Lampung atas penghargaannya

 

 

Sumber: Berbagai sumber

 

 

About Dhona Indah Kiswari

Check Also

PELATIHAN INTENSIF MANAJEMEN BISNIS BUDIDAYA UDANG YANG EFISIEN, PROFITABLE DAN BERKELANJUTAN

Produk Udang anda ditolak Buyer? Atau industri budidaya anda masih minim profit dan tidak berkelanjutan? …