Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Info Kegiatan / Asian-Pacific Aquaculture 2018

Asian-Pacific Aquaculture 2018

Peningkatan produksi dan konsumsi perikanan didorong oleh perkembangan akuakultur. Dengan prediksi populasi manusia mencapai 9,8 milyar pada tahun 2050, akuakultur akan semakin berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Akuakultur Indonesia, Agung Sudaryono berkesempatan mengikuti konferensi dan pameran Asian Pacific Aquaculture 2018 (APA18). Acara ini diadakan pada tanggal 23-26 April, 2018 di Taipei Convention Center (TICC), Taipei, Taiwan. Melalui kolaborasi dan upaya bersama National Taiwan Ocean University (NTOU), komite pengarah APA18, dan World Aquaculture Society – Asian Pacific Chapter (WAS-APC), acara APA 18 berlangsung sukses.

Taiwan menjadi lokasi APA salah satunya karena negara ini strategis bagi usaha perikanan, karena dilalui arus Kuroshio, arus Pantai Cina, dan arus Laut Cina Selatan. Negara ini pun memiliki sejarah budidaya perikanan sejak 300 tahun yang lalu. Saat ini Taiwan mulai menggarap akuakultur lepas pantai. Sekitar 80% dari produksi akuakultur dunia berasal dari kawasan Asia. Khusus di Taiwan, ada sekitar 70 spesies yang dibudidayakan (tilapa, sidat, kerapu, bandeng, kobia, kakap, udang, kekerangan, dan lain-lain.

APA18 terdiri dari sesi konferensi, sesi akuakultur, pertemuan bisnis, pameran produk, dan farm tour. Acara dibuka untuk pendaftaran dan dihadiri oleh sekitar 2.000 peserta yang berasal dari 48 negara. Pameran produk, yang terdiri dari 100 stan, adalah pameran terkemuka dengan banyak perusahaan yang mempresentasikan produk akuakultur mereka. Ada 445 abstrak dengan 295 presentasi lisan dan 150 poster di konferensi.

Pembukaan diresmikan oleh Dr. Ching Fong Chang, (presiden NTOU), Dr. Guillaume Drillet (Presiden WS-APC), dan perwakilan APA18: Mr. Tian-Shou, Chen (Ex-Director General of Fish Agency of Taiwan), Dr. I-Chou, Liou (Akademisi dari Akademia Sinica, Taiwan)., Mr. Hong-Yen Huang (Director General of Fish Agency of Taiwan), Mr. Allen (Ming-Hsun), WU (Manajer Regional – Akuakultur, Nutriad), dan Mr. Jeff Chuang (Manajer Umum Sheng Long Biotech).

Sidang pleno pada 24 April adalah presentasi oleh Dr. Ching Fong Chang, dengan judul “Pengenalan Inovasi Akuakultur yang berkelanjutan dan Keamanan Pangan”. Dan Dr. Peter De SCHRYVER, mempresentasikan “Wawasan Baru dalam Manajemen Mikroba untuk membuat akuakultur intensif lebih berkelanjutan”.

APA18 memiliki 40 sesi tentang akuakultur dengan topik termasuk pakan ikan, budidaya udang, penyakit ikan, keanekaragaman hayati lingkungan dan perubahan iklim, kesehatan ikan nila dan farm tour. Lebih dari 60 peserta bergabung dengan dua farm tour. Tur 1 di West of Taipei, penelitian Koi Farm and Fisheries, dan Tour 2 di East of Taipei, NTOU dan NMMST, yang diselenggarakan oleh NTOU. Pada resepsi presiden, para peserta juga menikmati tarian tradisional, dan pertunjukan dari Taiwan.  (Dasairy Zulfa/WAS)

About Dasairy Zulfa

Check Also

Roadmap Industri Rumput Laut dari Hulu ke Hilir

Pemanfaatan rumput laut di Indonesia masih belum optimal, padahal keanekaragaman rumput laut di Indonesia merupakan …