Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Info Teknologi / Tips dan Trik Usaha Budidaya Ikan Kakap Putih

Tips dan Trik Usaha Budidaya Ikan Kakap Putih

Narasumber: Tim Perikanan WWF Indonesia

Para pembudidaya sebaiknya menggunakan standar nasional Indonesia (SNI) budidaya ikan kakap putih dan SNI sarana pembudidaya ikan yang telah ditetapkan oleh BSN dan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) yang dikeluarkan oleh Dirjen Perikanan Budidaya.

Bagaimana pemilihan lokasi yang baik untuk budidaya kakap?

Secara umum, lokasi yang dipilih sebaiknya mudah dijangkau, mudah mendapatkan sarana produksi, termasuk benih dan pakan. Bebas dari pencemaran, terutama pencemaran logam berat, dan kondisi keamanan baik. Jika menggunakan sistem keramba, perairan harus terlindung dari ombak dan angin besar. Hindari dasar perairan yang mempunyai tutupan karang hidup yang masih baik. Bila harus dilakukan di daerah tersebut, perlu kehati-hatian agar tidak menimbulkan kerusakan pada ekosistem terumbu karang.

Sementara itu, bagi yang menggunakan sistem tambak harus dekat dengan sumber air laut. Tidak terletak di daerah rawan banjir. Perlu adanya penerapan biosecurity berupa pagar keliling untuk mencegah hewan berkeliaran di daerah budidaya. Desinfektan di depan pintu masuk dan jalur kolam untuk menghindari penyebaran penyakit. Sarana pengolah limbah (air dan lumpur dari kolam) baik berupa kolam atau parit yang berfungsi untuk mengendapkan bahan organik serta mengembalikan parameter kualitas air sebelum dibuang ke perairan umum.

Pemilihan lokasi budidaya harus sesuai dengan kebijakan yang berlaku untuk menghindari konflik dengan pemanfaatan lain seperti kawasan pemukiman, konservasi, penangkapan ikan, wisata, industri, dan lain-lain. Peizinan usaha juga harus dimiliki ya.

Bagaimana kriteria pemilihan benih yang baik dan berapa padat tebar yang disarankan?

Benih ikan kakap putih dapat diperoleh di tempat pembibitan ikan maupun pendederan yang bersertifikat CPIB. Ciri-ciri benih yang baik adalah warnanya cerah mengkilat, putih keperakan, tidak gelap, atau tidak pucat. Bentuk tubuh proporsional dan sirip lengkap tidak cacat. Bebas penyakit (diutamakan yang sudah divaksin), gerakan aktif, respon terhadap pakan yang diberikan positif dan responsif terhadap kejutan. Keseragaman ukuran minimal 80%. Bukan merupakan benih transgenik.

Ikan yang ditebar di KJA sebaiknya beukuran > 10 cm dengan padat penebaran awal 100 ekor per meter kubik. Kemudian secara bertahap padat tebar diturunkan menjadi 50 ekor per meter kubik (untuk ukuran 35 g/ekor) dan menjadi sekitar 20 ekor per meter kubik (untuk ukuran 200 g/ekor sampai panen).

Padat penebaran untuk tambak adalah 5-12 ekor per meter persegi, tergantung pada sarana penunjang yang diberikan seperti kincir dan konstruksi tambak. Ukuran benih yang digunakan adalah 10 cm dengan berat sekitar 20 g.

……..

Download Materi Budidaya Ikan Kakap Putih WWF Indonesia >> Klik di sini

About Dasairy Zulfa

Check Also

King of Ocean, Ikan Napoleon yang Berharga Jutaan Rupiah

Ikan Napoleon merupakan ikan karang yang berukuran besar anggota dari family Labridae. Ikan mempunyai nama …