Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Lain-lain / Pentingnya Asosiasi Pembudidaya Udang, SCI

Pentingnya Asosiasi Pembudidaya Udang, SCI

Berdasarkan data Shrimp Club Indonesia (SCI), luas tambak intensif di Indonesia adalah 30.000 hektare milik 700 pengusaha yang tersebar di Medan, pantai barat Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Banyuwangi, Lampung, Bali, dan Lombok. Sekitar 60% produksi udang nasional berasal dari petambak intensif anggota SCI.

Iwan Sutanto, terpilih kembali sebagai Ketua SCI untuk periode 2017 – 2022 pada acara Munas IV tahun 2017di Bali.  SCI berusaha mengorganisir secara rapi potensi budidaya udang dan menjembatani kepentingan dan permasalahan para petambak kepada mitra kerja dan pemerintah. Terbentuknya iklim usaha yang kondusif sehingga dapat mengikuti trend perkembangan usaha budidaya dunia dan mampu memenuhi harapan pasar domestik dan internasional yang semakin ketat merupakan cita-citanya.

Tantangan dan tugas ke depan makin berat, terutama masalah perizinan dan regulasi di daerah. Iwan mengakui di usia SCI yang ke 13 tahun dan periode kepengurusan ke empat, SCI telah mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah dan mitra kerja terkait. Hal ini tentu tidak terlepas dari peran organisasi dan dedikasi anggota pusat hingga daerah yang sangat nyata dan jelas. Mereka terus berkembang dan tanggap terhadap permasalahan yang ada. Bukan hanya untuk kepentingan pribadi, namun untuk kepentingan masyarakat dan NKRI juga.

Prestasi lain dari SCI, menurut Iwan adalah memperjuangkan larangan impor udang vaname yang berlaku setiap enam bulan untuk melindungi pembudidaya. Larangan impor tersebut sebagai pencegahan masuknya penyakit, walaupun kedua penyakit itu sudah ada di Indonesia. Dua jenis penyakit udang yang bisa masuk melalui impor adalah taura syndrome virus (TSV) dan myo (infectious myonecrosis virus/IMNV).  Hal yang perlu diwaspadai juga adalah kalau udang impor itu dikemas ulang, lalu diekspor lagi ke Eropa atau AS. Nama negara dan bangsa Indonesia menjadi taruhannya. Mereka melarang udang impor diekspor lagi.

Selain memperjuangkan kepentingan anggotanya, SCI juga memperjuangkan industri udang nasional. Industri udang nasional mendapat tekanan dari AS soal antidumping dan larangan ekspor ke Eropa pada tahun 2006. Akhirnya Indonesia berhasil lolos dari petisi antidumping AS dan larangan impor dari Eropa.

………..

Baca lebih lanjut di Majalah MAInfo Edisi 3 Januari-April 2018

About Dasairy Zulfa

Check Also

Leader MAI KORDA Provinsi/Kabupaten/Kotamadya Open Volunteer

Assalamualaikum. Para mitra MAI/ sahabat MN WAG yth dan dirahmati Allah, kami dengan senang hati …