Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Lain-lain / EKSPOR UDANG VANAME DI LUAR PREDIKSI

EKSPOR UDANG VANAME DI LUAR PREDIKSI

Budidaya Udang vaname (Litopenaeus vannamei) tahun 2017 diprediksi mempunyai prospek cerah dengan nilai ekspor meningkat.  Di Provinsi Lampung sejak 2015 marak rehabilitasi tambak-tambak di Pantai Timur Lampung. Di Kabupaten Pesisir Barat juga terus dilakukan perluasan tambak-tambak superintensif. Sayangnya, realita menunjukkan hal lain.

Selain usaha tambak udang meluas, harga jual di tingkat petambak cenderung naik. Harga udang vaname ukuran 50 ekor per kg (ukuran 50) naik dari Rp 75.000 per kg menjadi Rp 85.000 per kg. Udang ukuran 100 dari semula Rp 45.000 per kg menjadi Rp 60.000 per kg. Kenaikan harga ini mencapai Rp 10.000-15.000 per kilogramnya. Beberapa faktor kenaikan harga udang ini disebabkan permintaan dunia yang bagus dan pengakuan terhadap kualitas udang Indonesia.

Sayangnya, realita menunjukkan hal lain. Ekspor udang Indonesia pada tahun 2017 mengalami penurunan dibandingkan 2016. Penyebabnya antara lain karena penyakit yang menyerang udang. Kemunculan tambak-tambak udang baru skala kecil belum cukup mendorong produksi.

Tahun 2016 produksi udang sebanyak 315.000 ton. Sementara tahun 2017 produksi udang hanya sekitar 300.000 ton. Dari jumlah produksi ini memperoleh nilai ekspor 1,8 miliar dollar AS atau sekitar 12,13 triliun.

Budhi Wibowo, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) menuturkan dalam beberapa tahun terakhir ekspor udang Indonesia stagnan di kisaran 190.000 ton per tahun. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan KKP,  udang masih menjadi komoditas ekspor tertinggi untuk produk perikanan, yaitu sebesar 40 % dibandingkan tuna, tongkol, cakalang, rajungan, rumput laut, dan lainnya. Tahun 2016 ekspor udang mampu  mencapai 1,43 miliar dollar AS, sedangkan tahun 2017 menurun menjadi 1,42 miliar dollar AS.

Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Denny D Indradjaja, penurunan produksi udang terlihat pula dari penurunan penjualan pakan udang. Selama 6 bulan pertama 2017, penjualan pakan udang sebanyak 124.494 ton lebih rendah daripada periode 2016, yaitu 198.511 ton.

Iwan Sutansto, Ketua Shrimp Club Indonesia (SCI) mengatakan tahun 2017 memang terjadi penutupan perusahaan udang terintegrasi di wilayah Sumatera Selatan sehingga menekan produksi udang vaname hingga 70.000 ton.

Penyakit udang yang masih menghantui para petambak udang adalah white spot  syndrome  (bintik putih) dan white feces disease (kotoran putih). Misalnya saja budidaya udang vaname di sepanjang Jalinpantim Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, terjangkit serangan penyakit bintik putih pada Januari 2018 ini. Akibatnya para petambak komoditas tersebut terancam gagal panen.

……..

Baca lebih lanjut di Majalah MAInfo Edisi 3 Januari-April 2018

About Dasairy Zulfa

Check Also

Gerpari Dongkrak Pendapatan Pembudidaya

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto Slamet menyampaikan dalam Seminar Outlook Perikanan 2018 di Hotel …