Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Lain-lain / GELIAT LAMPUNG DALAM INDUSTRI AKUAKULTUR

GELIAT LAMPUNG DALAM INDUSTRI AKUAKULTUR

Menurut Rokhmin Dahuri, di tengah lesunya sektor-sektor ekonomi di daratan salah satu penyelamat yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi tinggi (di atas 7 persen per tahun), banyak menyerap tenaga kerja dan mensejahterakan rakyat, serta berkelanjutan adalah sektor perikanan budidaya atau akuakultur.

Lampung dengan Menara Sigernya ini ternyata memiliki luas perairan mencapai 24.820 km2, hampir menyamai luas daratan dengan garis pantai mencapai 1.105 km2. Provinsi ini memiliki potensi perikanan luar biasa. Untuk perikanan tangkap saja,  potensinya sebesar 380 ribu ton per tahun.

Mari kita telusuri perikanan tangkap yang tersebar di Pantai Timur (Laut Jawa), Selat Sunda (Teluk Lampung dan Teluk Semangka), dan Pantai Barat. Potensi perikanan mencapai 11.800 ton per tahun di Pantai Timur dan didominasi jenis ikan demersal. Di Selat Sunda, potensinya mencapai 97.752 ton per tahun dengan dominasi ikan karang. Potensi terbesar perikanan tangkap berada di daerah Pantai Barat, yaitu 182.864 ton per tahun.

Sayangnya, dari potensi besar itu, jumlah yang dimanfaatkan baru 120.366,58 ton per tahun. Masih ada sekitar 259.233 ton (68,22%) yang belum dimanfaatkan, terutama di wilayah perariran lepas pantai Indonesia.

Marikultur atau budidaya perikanan laut bisa diupayakan. Potensi lahan untuk kegiatan budidaya ini mencapai lebih dari 10.600 ha. Berdasarkan potensi lahan yang tersedia, seluas 681 ha sudah digunakan untuk budidaya ikan kerapu, mutiara 3.999 ha, rumput laut 1.325 ha, dan kerang-kerangan 4.596 ha.

Sementara itu, lahan yang potensial untuk budidaya air payau baik untuk pembesaran ikan atau udang maupun pembenihan luasnya mencapai 61.200 ha. Peluang ini terdapat di pantai timur Lampung yang membentang dari utara hingga selatan seluas 52.500 ha. Teluk Lampung seluas 700 ha, Teluk Semangka 2.000 ha, dan Pantai Barat seluas 5.000 ha. Komoditas yang bagus untuk dikembangkan secara budidaya yaitu udang, ikan bandeng, ikan kakap, dan ikan kerapu.

Beranjak ke potensi budidaya ikan air tawar, kita dapat melihatnya di Kabupaten Lampung Selatan yang mencapai 275 ribu ton per tahun. Produksi itu berasal dari 1.150 ha lahan budidaya yang tersebar di sejumlah kecamatan di Lampung Selatan. Luas lahan yang belum dimanfaatkan mencapai 11 ribu hektar. Menurut data statistik tahun 2011, luas areal bersih kegiatan budidaya perikanan untuk tambak 14.050 ha, kolam 6.192 ha, minapadi 1.023 ha, keramba 1.131 ha, KJA 290 ha, dan budidaya ikan laut sebanyak 1.031 ha.

………………………….

Lihat lebih lanjut di Majalah MAInfo Edisi 3 (Januari-April 2018)

About Dasairy Zulfa

Check Also

King of Ocean, Ikan Napoleon yang Berharga Jutaan Rupiah

Ikan Napoleon merupakan ikan karang yang berukuran besar anggota dari family Labridae. Ikan mempunyai nama …