Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Info Pengurus / KKP Buka Kesempatan Bisnis Melalui Asuransi Pembudidaya Ikan

KKP Buka Kesempatan Bisnis Melalui Asuransi Pembudidaya Ikan

Selain pengadaan barang/jasa, Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti juga menyerahkan secara simbolis polis asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil. Pemerintah tahun ini memberikan bantuan premi asuransi bagi setidaknya 2.004 pembudidaya ikan kecil yang tersebar di 12 Provinsi pada hari Selasa (12/12) di Ballroom KKP

“Program asuransi ini merupakan bentuk affirmative policy untuk pembudidaya ikan kecil agar mereka mampu berdaya dan melangsungkan kegiatan usahanya. Seluruh program di KKP akan di dorong sebagai bentuk implementasi UU No. 26 tahun 2016 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam,” ujar Menteri Susi.

Menteri Susi berpendapat, asuransi tak hanya dibutuhkan untuk melindungi stakeholder perikanan tetapi juga untuk melindungi uang negara. Menurutnya, semua kontrak atau bisnis, baik yang menggunakan uang pribadi maupun negara perlu dilingungi dengan asuransi.

Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi yang turut hadir pada kegiatan tersebut mengungkapkan, akhir Oktober 2017, premi asuransi nelayan telah mencapai Rp77,57 miliar yang melindungi sekitar 464.000 jiwa nelayan, meningkat bila dibandingkan tahun 2012 dengan premi senilai Rp71,59 miliar untuk 401.000 jiwa nelayan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto bersama Komisioner OJK, Pengurus AAUI, dan peserta Ko-Asuransi telah melakukan soft lounching Ko-Asuransi sekaligus penandatanganan PKS tentang Asuransi Usaha Budidaya Udang di Gedung Graha Kuningan Jakarta, pada hari Senin (11/12).

Slamet memaparkan program bantuan ini berupa pembayaran premi asuransi perikanan senilai Rp450.000 hektar per tahun dengan manfaat pertanggungan Rp15.000.000. Untuk memenuhi nilai tersebut KKP mengalokasikan anggaran senilai Rp1,48 miliar pada 2017.

Anwar, salah satu pembudidaya yang menerima dukungan premi asuransi mengatakan, dukungan ini sangat membantu para pembudidaya ikan kecil dalam melangsungkan usaha budidaya tanpa khawatir akan kegagalan produksi.

“Asuransi ini sangat membantu kami, jadinya kami semakin optimis untuk berusaha. Dulu kami sulit bangkit kalau gagal produksi, saat ini dengan adanya asuransi kami yakin kegiatan produksi bisa segera berjalan,” ungkap Anwar.

KKP menetapkan kriteria calon penerima premi asuransi ini, antara lain yakni : memiliki kartu pembudidaya ikan (aquacard); diutamakan program Sehatkan dan sudah tersertifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB); dan merupakan pembudidaya ikan skala kecil dengan pengelolaan lahan kurang dari 5 hektar dengan menggunakan teknologi sederhana.

Sumber:

http://kkp.go.id/2017/12/13/buka-kesempatan-bisnis-melalui-keterbukaan-pengadaan-barang-dan-jasa-serta-asuransi-pembudidaya-ikan/

About admin

Check Also

AGENDA REGULAR MAI: TEMU STAKEHOLDER AKUAKULTUR 2018

Paska Silaturahmi MAI dengan Dirjen PSDKP (Bapak Nilanto) yang didampingi Eselon 2, Jumat (19 Januari 2018) …