Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Info Kegiatan / MAI Mendapat Banyak Rekomendasi Pasca Temu Stakeholder Akuakultur Nasional

MAI Mendapat Banyak Rekomendasi Pasca Temu Stakeholder Akuakultur Nasional

Bandung– Menjelang akhir tahun, tepatnya Selasa, 19 Desember 2017  Masyarakat Akuakultur Indonesia mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertema Evaluasi Pencapaian Produksi dan Progress Teknologi Akuakultur Indonesia 2017: Problem, solving, & Outlook 2018. Tujuan FGD ini adalah mendorong percepatan pengembangan industri perikanan terkini dan memperkuat sinergitas antar stakeholder akuakultur.

FGD dihadiri oleh 40 perwakilan stakeholder akuakultur nasional (akademisi, peneliti, praktisi, birokrat, industri, asosiasi dan LSM) dari berbagai institusi (Bappenas, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jabar, Karantina, UNPAD, UNDIP, IPB, Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) divisipakan akuakultur, PT. Central Proteina Prima, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Asosiasi CCI (Catfish Club Indonesia), Abilindo (Asosiasi Budidaya Laut Indonesia), APINDO, BRPSDMKP – KKP, MAI). Lokasi pertemuan FGD kali ini bertempat di kantor PT Gani Arta Dwitunggal (Aquatec), salah satu produser KJA-HDPE budidaya laut terbesar di Indonesia, di Padalarang, Bandung.

Narasumber dalam pertemuan ini adalah Dr. Ir. Iskandar, M.Si (Dekan FPIK Unpad), Ir. Muh. Husein, Drs. H. Nandang (Ketua HNSI Jabar), Dr. Ir. Irzal Effendy, M.Si (IPB), Drs. Legisan Samtafsir, MBA (Bioflok 165 Entepreuner), Dr. Otie (STP), Drs. Imam Kadarisman (Stargold), dan Mulyanto (Asosiasi Mutiara, ASBUMI)

 

Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 18.00 menghasilkan beberapa poin penting yaitu:

1. MAI perlu melakukan survey data akuakultur dengan melibatkan asosiasi dan kerjasama dengan Forum Dekan FPIK.
2. MAI perlu melakukan pemetaan produktivitas komoditi unggulan di setiap wilayah di Indonesia (dlm kurun waktu 3 tahun terakhir).
3. MAI perlu menyusun Roadmap supply chain komoditas unggulan akuakultur.
4. Memperkuat kelembagaan MAI agar lebih berdayaguna.
5. MAI agar lebih fokus pada gerakan pemberdayaan masyarakatnya (agar akuakultur lebih berbudaya) yang mencakup pemberdayaan ekonomi, pengembangan SDM dan penguatan kelembagaan pembudidaya.
6. MAI siap mendorong dan mengembangkan techno-preneurship akuakultur dengan menciptakan banyak pengusaha muda di Indonesia.
7. MAI mendorong pemerintah untuk mengalokasikan dana KUR yang lebih efektif daripada program bantuan paket produksi yang justru bersifat tdk mendidik mental pembudidaya, hasilnya tidak efektif dan dipandang gagal dari tahun ke tahun.
8. MAI akan menyusun buku petunjuk teknis: Teknologi Praktis Terbarukan Budidaya Komoditas Unggulan.
9. Saran kepada pemerintah (Menteri KP) dan Solusi ke depan tahun 2018: Rubah/Cabut Permen KP yang kontraproduktif dengan usaha perikanan tangkap dan perikanan budidaya (akuakultur), Regulasi dipermudah dan Pengawasan diperketat.

Agung Sudaryono, selaku Sekjen MAI berharap rekomendasi hasil FGD tersebut menjadi perhatian bagi semua yang berkepentingan dan pemangku amanah masyarakat untuk bersama-sama memajukan akuakultur Indonesia yang berkeadilan, bermartabat, berbudaya, maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (Dasairy Zulfa/MAI)

About Dasairy Zulfa

Check Also

“TUNA” SEBAGAI PENGGERAK BISNIS PERIKANAN INDONESIA

Ikan tuna merupakan jenis ikan dengan kandungan protein tinggi, berkisar antara 22,6 – 26,2 g/100 …