Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Ilmiah Populer / Koi Herpesvirus Disease (KHVD) vs Vaksin DNA KHV

Koi Herpesvirus Disease (KHVD) vs Vaksin DNA KHV

Sejarah

Koi Herpesvirus (KHV) merupakan virus menular yang secara signifikan menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada ikan Mas (Cyprinus carpio). Ikan mas didunia beragam jenisnya, ada yang dibudidayakan sebagai ikan konsumsi, namun ada juga yang dikembangkan sebagai ikan hias (ikan mas koi) yang bernilai tinggi. Pada awal tahun 1996, di Inggris ditemukan sebuah virus yang menyerang ikan mas, yang akhirnya dikenal dengan nama Koi Herpes Virus (KHV). Sejak saat itu, penyakit KHV ini berkembang hampir di semua negara.

Ikan koi dengan insang yang berbintik dan bercabang dengan bola mata cekung

Sumber :http://edis.ifas.ufl.edu/vm113

Apa itu KHV??

Koi herpesvirus atau yang dikenal juga dengan nama Cyprinid herpesvirus (CyHV3) atau  carp interstitial nephritis and gill necrosis virus (CNGV) diklasifikasikan sebagai jenis virus DNA beruntai ganda milik family Alloherpesviridae. Waltzek et al. (2005 dan 2009) menyebutkan bahwa KHV merupakan jenis virus herpes, jika dilihat berdasarkan morfologi dan genetika virus. Penyakit KHV telah didiagnosis menjangkit ikan mas koi dan ikan mas Cyprinus carpio. Cyprinids lainnya (misalnya ikan mas, Carassius auratus dan ikan mas, Ctenopharyngodon idella) dan spesies non-siprunid biasanya tidak terpengaruh oleh KHV, walaupun DNA KHV telah terdeteksi di jaringan ikan mas dan spesies ikan lainnya yang terpapar virus menggunakan reaksi berantai polimerase.

Penyakit KHV menjangkit ikan mas pada berbagai stadia dan menyebabkan kematian sebesar 80-100% pada kondisi lingkungan yang rentan, seperti suhu air 16 dan 25 derajat celsius. Seperti infeksi herpesvirus lainnya, KHV akan tetap terbawa pada ikan yang telah pulih dari infeksi seumur hidupnya, oleh karena itu ikan yang pernah terjangkit virus ini akan dianggap sebagai ikan pembawa virus.

Gejala Klinis

Gejala klinis dari ikan mas yang terjangkit KHV ini tidak spesifik. Kematian akan terjadi secara cepat pada populasi ikan yang terjangkit virus ini. Kematian dimulai pada kurun waktu 24-48 jam setelah muncul tanda klnis awal. Dalam penelitian Ronen et al. (2003), sebanyak 82% ikan yang terpapar virus ini pada suhu air 22 ° C, mati dalam kurun waktu 15 hari. Gejala klinis KHV adalah sebagai berikut:

  1. Lesi insang yang parah dan adanya bintik merah dan putih pada insang
  2. Bagian putih pada insang menandakan adanya jaringan yang mati.
  3. Pendarahan pada insang
  4. Mata cekung
  5. Kulit berwarna pucat
  6. Pembesaran organ dalam

Dalam beberapa kasus, setelah KHV mengenai ikan dan menunjukkan tanda klinis , akan ada serangan sekunder dari bakteri dan jamur yang disebabkan adanya luka yang terbuka. Pemeriksaan mikroskopik terhadap biopsi insang ikan yang terkena KHV, ditemukan sejumlah bakteri dan parasit dalam jumlah yang tinggi (Hedrick et al., 2000; Haenen et al., 2004). Ikan yang terinfeksi KHV akan tampak berenang dengan lesu dan tidak beraturan, dan terlihat ada gangguan pada pernafasannya.

Bagaimana ikan bisa terkena KHV

Metode penyebaran KHV bisa terjadi melalui kontak langsung dengan ikan yang terinfeksi KHV melaui media air, lumpur, maupun cairan dari ikan yang terinfeksi. Virus pertama kali akan menyerang kulit dan insang. Bergantung pada suhu air, ikan yang terkena virus bisa lemas dan mati atau bertahan dan menjadi agen pembawa virus (Petty dan Fraser 2005; St. Hilaire et al., 2005; Eide et al. 2011).

Apakah ada pengobatan untuk KHV?

Hingga saat ini belum ada pengobatan untuk KHV. Tidak tersedia obat anti virus KHV ataupun anti virus lainya pada ikan budidaya. Hanya saja, pada penelitian yang pernah dilakukan Ronen et al. (2003), menunjukkan bahwa ikan koi akan dapat bertahan saat serangan wabah KHV jika suhu air ditingkatkan sampai 30 ° C. Namun teknik ini tidak dianjurkan dalam jangka panjang, apalagi untuk budidaya ikan hias. Vaksinasi menjadi langkah yang strategis dalam upaya pencegahan KHV, mengingat tidak adanya terapi dan pengobatan yang efektif dan spesifik terhadap virus ini.

Vaksin DNA KHV

Vaksin DNA dapat menjadi salah satu metode alternatif dalam upaya penanganan infeksi KHV karena kelebihannya yang dapat memperbaiki beberapa kelemahan vaksin tradisional (vaksin hidup dan vaksin mati). Vaksin ini
merupakan terobosan teknik eksperimental untuk melindungi organisme dalam melawan penyakit dengan cara menginjeksikan DNA murni (naked DNA) untuk membangkitkan respons kekebalan (Lorenzen dan LaPatra 2005; Nuryati 2010). Aplikasi vaksin DNA mampu menginduksi produksi antibodi spesifik ikan mas terhadap KHV dan menurunkan tingkat mortalitas ikan pada saat uji tantang (Nuryati et al. 2010; Nuswantoro et al. 2012; Nuryati et al. 2013; Zhou et al. 2014a; Zhou et al. 2014b).

Dikutip pada Tribun News Bogor, baru-baru ini  mahasiswa Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor (SPS IPB), Asep Akmal Aonullah meneliti tentang efek vaksin DNA koi herpervirus (KHV) terhadap infeksi KVH pada budidaya ikan mas (Cyprinus carpio) skala lapang dengan kepadatan berbeda. Penelitian yang dibimbing oleh Dr. Sri Nuryati, Dr. Alimuddin dan Dr.Dr Drh Sri Murtini ini dilakukan selama satu tahun. Vaksin DNA yang digunakan dalam penelitiannya adalah vaksin DNA KHV GP25 whole cell bacteria hasil konstruksi Nuryati et al. (2010). Vaksin ini menggunakan gen penyandi glikoprotein 25 (GP25) yang berasal dari KHV isolat lokal (Indonesia) dengan promoter β-aktin (Act) dari ikan medaka, dan diintroduksikan ke dalam sel kompeten bakteri Escherichia coli DH5α.

Kelebihan vaksin DNA ini antara lain :

  1. Mengaktifasi mekanisme pertahanan seluler maupun humoral
  2. Memberi proteksi yang baik pada stadium awal
  3. Waktu Induksi Singkat
  4. Memberikan proteksi dalam jangka yang lama
  5. Memberikan proteksi pada suhu rendah maupu tinggi.

Penelitian dilakukan dengan menguji ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan mas varietas Majalaya berumur 20 hari pascatetas (hpt) yang diperoleh dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan, aplikasi vaksin DNA KHV whole cell bacteria melalui metode perendaman sebanyak 1×30 menit dengan kepadatan 800 ekor/L menunjukkan hasil optimal dalam meningkatkan respons imunitas benih ikan mas terhadap infeksi KHV.Hal ini didukung dengan nilai kelangsungan hidup, aktivitas fagositik dan titer antibodi yang tinggi. (*)

Reference

Eide K, T Miller-Morgan, J Heidel, R Bildfell, L Jin. (2011). “Results of total DNA measurement in koi by tissue koi herpesvirus real-time PCR.” Journal of Virological Methods 172:81–84.

Haenen OLM, Way K, Bergmann SM, Ariel E. (2004). “The emergence of koi herpesvirus and its significance to European aquaculture.” Bulletin of the European Association of Fish Pathologists 24:293–307.

Hedrick RP, O Gilad, S Yun, JV Spangenberg, GD Marty, RW Nordhausen, MJ Kebus, H Bercovier, and A Eldar. (2000). “A herpesvirus associated with mass mortality of juvenile and adult koi, a strain of common carp.” Journal of Aquatic Animal Health 12:44–57.

Lorenzen N, LaPatra SE. 2005. DNA vaccines for aquacultured fish. Rev Sci Tech. International Office of Epizootics. 24:201-213.

Nuryati S, Yuliyanti, Alimuddin. 2013. Frekuensi dan persistensi vaksin DNA penyandi GP25 yang diberikan melalui pakan buatan pada ikan mas Cyprinus carpio. J Akua Indo. 12:151–157.

Nuryati S, Alimudin, Sukenda, Soejoedono RD, Santika A, Pasaribu FH, Sumantadinata K. 2010. Construction of a DNA Vaccine using glycoprotein gene and its expression towards increasing survival rate of KHV-Infected common carp, Cyprinus carpio. J Natur Indo. 13:47-52.

Nuryati S. 2010. Pengembangan vaksin DNA penyandi Glikoprotein virus KHV (koi herpesvirus) menggunakan isolat lokal. [Disertasi]. Prodi Sains Veteriner. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor

Nuswantoro S, Alimuddin, Yuhana M, Santika A, Nuryati S, Zainun Z, Mawardi M. 2012. Efikasi vaksin DNA penyandi glikoprotein koi herpesvirus pada ikan mas stadia benih melalui perendaman. J Akua Indo. 1:76-85.

Petty, BD and WA Fraser. (2005). “Viruses of pet fish.” Veterinary Clinics Exotic Animal Practice 8:67–84.

St-Hilaire S, Beevers N, Way K, Le Deuff RM, Martin P, Joiner C. (2005). “Reactivation of koi herpesvirus infections in common carp Cyprinus carpio.” Dis Aquat Org 67:15–23.

Waltzek, TB, G O Kelley, D M Stone, K Way, L Hanson, H Fukuda, I Hirono, T Aoki, AJ Davison and RP Hedrick. (2005). “Koiherpesvirus represents a third cyprinid herpesvirus (CyHV-3) in the family Herpesviridae.” Journal of General Virology 86:1659–1667.

Waltzek TB, Kelley GO, Alfaro ME, Kurobe T, Davison AJ, Hedrick RP. (2009). “Phylogenetic relationships in the family Alloherpesviridae.” Dis Aquat Org 84:179–194.

Zhou J-X, Wang H, Li X-W, Lu W-L, Zhang D-M. 2014a. Construction of KHVCJ ORF25 DNA vaccine and immune challenge test. J Fish Dis. 37:319- 325.

Zhou J, Xue J, Wang Q, Zhu X, Li X, Wenliang Lv, Zhang D. 2014b. Vaccination of plasmid DNA encoding ORF81 gene of CJ strains of KHV provides protection to immunized carp. In Vitro Cell Dev Biol Animal. 50:489-495.

Info selengkapnya mengenai KHV bisa mengunjungi :  KHV Virus

Info selengkapnya mengenai DNA Virus KHV temuan IPB :

Tribun News,

Download Tesis

 

About Elta

Check Also

AUTOMATIK FEEDER :Tingkatkan Efisiensi Budidaya Udang di Tambak

Kemajuan teknologi mempunyai beberapa keuntungan, salah satunya adalah dapat membuat pekerjaan menjadi lebih ringan. Saat …