Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Info Kegiatan / MAI Adakan FGD Pengelolaan Danau Toba yang Ramah lingkungan dan Berkelanjutan

MAI Adakan FGD Pengelolaan Danau Toba yang Ramah lingkungan dan Berkelanjutan

Medan – Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), organisasi profesi nirlaba nasional pada hari Senin tanggal 10 Juli 2017 telah menyelenggarakan acara FGD (Focus Group Discussion) dengan tema “Prospek pengembangan budidaya perikanan KJA yang berkelanjutan di Danau Toba”. Acara ini dihadiri oleh 47 peserta perwakilan dari berbagai instansi dan pakar bertempat di Hotel Aston City Hall, Kota Medan.

Peserta yang hadir adalah Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP), Kepala Badan Riset & SDM KKP, Staff Ahli Kepresidenan, DPRD Prov Sumut, Kepala Dinas Perikanan & Kelautan Prov Sumut, BLH Prov Sumut, Direktorat Pencemaran KLH, Asosiasi Pengusaha KJA Kab Haranggaol, PT Aquafarm Nusantara, PT Suri Tani Pemuka (STP), dan Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I). FGD juga dihadiri oleh akademisi dan peneliti dari berbagai institusi (UNDIP, IPB, USU, Balai Riset, Universitas HKPB Nomensen, Universitas Wangenigen Nedherland, LIPI dan LSM Geopark Danau Toba).Tujuan utama FGD adalah untuk membahas dan menyatukan pendapat bagaimana mencari solusi terbaik dalam menata Danau toba sebagai lahan untuk usaha budidaya perikanan KJA yang berkelanjutan dan berkeadilan.

“Rembuk nasional terkait usaha KJA di Danau Toba ini merupakan kepedulian MAI setelah dalam Rakernas MAI di Bogor pada bulan April 2017 pihak AP5I meminta agar MAI memberi perhatian besar pada isu Danau Toba. Ketua MAI mengharapkan bahwa pertemuan ini dapat menghasilkan solusi yang berbasis science tanpa melibatkan kepentingan politik manapun,” ujar Prof Rokhmin Dahuri selaku Ketua MAI dalam sambutan pembukaan.

Arahan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya disampaikan oleh Direktur Kawasan, Direktorat Jenderal Budidaya KKP (Ir. Arik Hari Wibowo, M.Si). Kemudian arahan Kepala BRSDM KP disampaikan oleh M. Zulficar Mochtar, ST, M.Sc.  Beliau menyebutkan bahwa daya dukung lingkungan untuk pemanfaatan Perairan Danau Toba telah dikaji minimal sebanyak 5 alternatif (30.000; 35.282; 50.000; 55.000 dan 10.000 ton/tahun) sehingga
Pemerintah perlu segera menetapkan mana hasil kajian yang akan digunakan berdasarkan kesesuaian metodologi yang digunakan. Oleh karena banyaknya alternatif hasil kajian tersebut, sebaiknya perlu dilakukan review ulang dan menyempurnakannya agar dapat menetapkan daya dukung lingkungan secara bersama termasuk penetapan zonasi untuk KJA.

Berdasarkan hasil diskusi yang berlangsung 5 jam tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu, pengelolaan usaha KJA danau Toba harus berkelanjutan dan terintegrasi dengan melibatkan masyarakat pelaku usaha KJA kecil. Selain itu, perlu adanya upaya bersama tanpa ego sektoral agar seluruh pihak terkait dapat menyepakati saran/masukan tentang penentuan kuota produksi lestari untuk usaha KJA Danau Toba kepada PEMPROV Sumut. (DZ)

Download link :

  1. NOTULENSI FGD DANAU TOBA 10 JULI 2017

2. Rekomendasi FGD DANAU TOBA 

About Dasairy Zulfa

Check Also

TILAPIA LAKE VIRUS (TILV): what to know and do?

Tilapia Lake Virus (TiLV) merupakan virus baru dalam budidaya perikanan yang secara signifikan menyebabkan kematian pada …