Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Info Kegiatan / SEMINAR PENCEGAHAN PENYAKIT TiLV DI INDONESIA

SEMINAR PENCEGAHAN PENYAKIT TiLV DI INDONESIA

Yth Bapak/Ibu
Anda yang bergerak di bidang akuakultur atau berminat dalam pengembangan akuakutur, silakan simak info berikut ini.
Sebagai salah satu negara penghasil Nila terbesar dunia, Indonesia perlu mewaspadai masuk dan tersebarnya penyakit Tilapia Lake Virus (TiLV) ke dalam Wilayah Negara RI.
Indonesia telah menargetkan produksi Ikan Nila tahun 2017 sebesar 1,8 juta ton dengan nilai Rp 30 Triliun dan pada tahun 2019 targetnya naik menjadi 2,5 juta ton dengan nilai hampir Rp. 50 triliun.  Dapat dibayangkan jika penyakit TiLV ini masuk dan menyebar ke wilayah Republik Indonesia, maka budidaya ikan Nila akan mengalami nasib yang sama seperti hancurnya budidaya ikan Mas akibat serangan penyakit Koi Herpesvirus pada Tahun 2002 silam.
Fenomena kematian massal pada ikan Nila yang diduga disebabkan oleh serangan penyakit Tilapia Lake Virus (TiLV) dilaporkan pertama kali di Israel tahun 2009 yang menyerang ikan Nila alam yang ada di Danau Kinneret (Sea of Galilee) dan ikan di kolam komersil . Beberapa tahun kemudian, kematian yang serupa juga terjadi di negara Ekuador dan Colombia, dan saat ini penyakit TiLV telah menyerang ikan Nila di Thailand (2015) dan Mesir (2017).
Penyakit ini sangat menular dan mengakibatkan morbiditas dan mortalitas antara 80 – 100 % dari populasi ikan Nila yang terinfeksi.   Virus ini telah telah mengakibatkan kerugian sebesar USD 7,5 juta pada industri ikan Nila setiap tahunnya.  Di Israel, outbreak dari virus ini terjadi pada musim panas yakni pada bulan Mei hingga Oktober.  Virus TiLV ini dapat menyebar melalui media air, akan tetapi morbiditas dan mortalitasnya hanya terbatas pada jenis ikan Nila (Oreochromis niloticus dan O. niloticus X O. aureus.
Pada kasus di Negara Israel, spesies lain yang dibudidayakan di kolam yang sama dengan ikan Nila seperti ikan Mas (Cyprinus carpio) dan gray mullet (Mugil cephalus) tidak menunjukkan gejala klinis serupa dengan ikan Nila, bahkan setelah kohabitasi jangka panjang (Eyngor et al., 2014; Bacharach et al., 2016).
Langkah-langkah pencegahan yang sistematis, terintegrasi, serta terencana perlu ditetapkan untuk kemudian dilaksanakan dengan penuh komitmen dengan melibatkan seluruh stake holder. Informasi penyebab, karakteristik pathogen, gejala klinis, pola penyebaran, diagnosis serta langkah-langkah pencegahan perlu disosialisasikan kepada semua pihak.
Untuk itu, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) dan Majalah Info Akuakultur akan menyelenggarakan Seminar tentang “Pengenalan serta pencegahan Penyakit TiLV di Indonesia”.
Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat pembudidaya ikan Nila maupun pelaku usaha sarana produksi tentang dampak serta langkah-langkah antisipatif masuk dan tersebarnya TiLV ke dalam Wilayah RI.
Waktu dan Lokasi  Kegiatan
Kegiatan rencananya akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 9 Agustus 2017 di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gedung Mina bahari IV. Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 16.  Jakarta Pusat. Jam 10.00 – 14.00 WIB
Pembicara & Moderator
Pembicara : Dr. Angela Mariana Lusiastuti, Peneliti di Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, KKP
Moderator : Ir. Maskur, MSi (mantan Direktur Kesehatan Ikan dan Lingkungan)
Pendaftaran dan Biaya
Biaya peserta seminar hanya Rp. 350.000 per orang (sudah termasuk makan siang, snack).
Pembayaran ditransfer ke Bank Mandiri nomor rekening 126-0002074119 a/n PT. Gallus Indonesia Utama.
*Bukti transfer di kirim lewat wa atau email ke pemasaran.infoakuakultur@gmail.com
Pendaftaran peserta dan sponsor hubungi:
1.Rizky Yunandi 0896 5473 3750 (telp/wa)
2.Rudi E Alamsyah 0812 8811 2073 (telp/wa)

PT Gallus Indonesia Utama
Grand Pasar Minggu, Jl Raya Rawa Bambu 88A
Pasar Minggu-Jakarta Selatan
www.gita-asohi.com,www.majalahinfovet.com,www.jurnalpeternakan.com
www.infoakuakultur.com. www.infocatdog.com. Email:gallusindonesiautama@gmail.com, Telp: 021.782 9689

TILAPIA LAKE VIRUS (TILV): what to know and do?

About Dasairy Zulfa

Check Also

MAI Adakan FGD Pengelolaan Danau Toba yang Ramah lingkungan dan Berkelanjutan

Medan – Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), organisasi profesi nirlaba nasional pada hari Senin tanggal 10 …