Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home / Info Liputan / Genjot Produksi : BPBAP Takalar Sulsel berhasil benihkan rajungan secara massal

Genjot Produksi : BPBAP Takalar Sulsel berhasil benihkan rajungan secara massal

RAJUNGAN

Rajungan (Portunus pelagicus) atau dengan nama umum Blue swimming crap merupakan salah satu komoditas perikanan penting andalan Indonesia yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi, baik sebagai komoditas lokal maupun komoditas ekspor. Permintaan pasar global yang meningkat setiap tahunnya mendorong pemenuhan terhadap kebutuhan tersebut. Selama kurun waktu tiga tahun terakhir, volume ekspor rajungan dan kepiting dari Indonesia berfluktuasi. Pada tahun 2012, ekspor kepiting dan rajungan mencapai 28.11 ton dengan nilai US$ 329,7 juta, lalu meningkat pada tahun 2013 sebesar 34.172 ton atau setara dengan US$359,3 juta, namun pada tahun 2014 volume ekspor rajungan dan kepiting mengalami penurunan menjadi 28.090 ton dengan nilai US$ 414,3 juta. Permintaan pasar yang tinggi seiring harga yang menguntungkan, telah menyebabkan eksploitasi intensif terhadap sumber daya rajungan di Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menjelaskan, bahwa Permen KP no 52 tahun 2016 merupakan perangkat untuk melakukan tindakan preventif bagi perlindungan komoditas termasuk didalamnnya adalah Rajungan. Upaya ini penting, apalagi saat ini peran perikanan budidaya juga dinilai sebagai jawaban bagiamana di satu sisi kelestarian jenis ini bisa dijaga, namun disisi lain masyarakat akan menikmati nilai ekonominya secara langsung.

PEMBENIHAN RAJUNGAN DI BPBAP TAKALAR

Salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar telah mampu membenihkan komoditas rajungan dan kepiting secara massal. Nono Hartono, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar Sulawesi Selatan, membenarkan bahwa pihaknya telah mampu menghasilkan produksi massal benih rajungan.

Benih rajungan dan kepiting yang di produksi oleh BPBAP Takalar, selain di gunakan untuk budidaya, juga disediakan untuk melakukan restocking (penebaran kembali) di alam. Setiap dua tahun sekali, BPBAP Takalar melakukan penebaran minimal 100.000 ekor crablet rajungan di habitat aslinya. Dampak nyata dari kegiatan restocking ini adalah peningkatan jumlah populasi rajungan dan kepiting di alam sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.  Saat ini Unit Pembenihan Rajungan BPBAP Takalar terus menggenjot produksi benih rajungan. Pada 2016, produksi Benih rajungan mencapai 126.400 ekor dan tahun 2017 ini ditargetkan 800.000 ekor benih. Benih tersebut akan digunakan untuk kegiatan budidaya dan restocking.

Diakui Nono, kegiatan budidaya memang telah cukup lama dilakukan masyarakat, hanya saja belum memenuhi kaidah budidaya yang baik, di samping itu benih yang digunakan masih tergantung dari stock alam.

Dengan adanya produksi massal benih ini, diharapkan akan mampu mensuplai kebutuhan benih bagi masyarakat. Kebutuhan benih nantinya tidak lagi bergantung dari alam, selain itu rajungan hasil budidaya diharapkan akan memenuhi kebutuhan pasar tanpa melalui eksploitasi seperti yang saat ini terjadi.

 

 

About Elta

Check Also

KKP Naikkan Target Produksi Rumput Laut di tahun 2017

Saat ini, 2017 , rumput laut masih menjadi salah satu komoditas andalan untuk menggenjot produksi …